Sajakku berisi sekawanan kisah tragis yang manis. Mereka tumbuh bergantian, sudi berkenalan, tapi tak bersedia bertalian. Bermuara di tepi pantai berpasir kelam, tetapi tak cukup kasihan untuk melulu dihujani asinnya tangisan. Alih-alih tangis, aku ingin menganugerahi mereka, senyuman yang sedikit nakal. Suatu ketika, aku hampir mati bosan, mereka datang tanpa membawa kebahagiaan. Inginku menjual bosan, barangkali laku dan menghasilkan banyak uang. Namun, sekejap aku berpikir, mereka hanya milikku, dinikmati hanya boleh olehku. Maka aku menyimpan mereka ke dalam guci sewarna emerald yang kedap waktu, mencegah mereka termakan detik yang berlari terburu-buru. Tentu saja, aku punya rencana untuk mereka. Bukan rencana besar tentang aksi penyelamatan semesta. Bukan pula rencana dahsyat untuk menghancurkannya. Aku berlepas dari hiruk pikuk urusan manusia, setidaknya dari mereka yang tak kukenal, atau kupilih untuk tidak kukenal. Hanya saja, rencana ini akan membuatku hidup lebih lama. Tidak abadi, karena hanya Tuhanlah yang memiliki hak milik atas keabadian itu sendiri. Lantas, apa yang kuinginkan jika aku beserta mereka berhasil hidup lebih lama? Hanya secuil sejarah, dengan aku, sebagai tokoh utama, dan monolog-monolog yang selurus horizon senja di dalamnya.
Ini tentang melukiskan dunia dalam kata; tentang aku dan jejalanan yang akan atau telah aku lewati; tentang Kawan yang lebih berwarna dibandingkan pelangi; tentang ramainya penjelajah ilmu yang selalu haus memecahkan teka-teki; tentang cinta yang tak kan pernah henti meski listrik mati; dan tentang aku yang masih mencari jati diri. Aku menulis... untuk mempertahankan memoriku hidup lama, jauh lebih lama dari aku menempuhi hidup ini.
Thursday, 20 November 2014
Tuesday, 18 November 2014
RCG (4)
Note FB Tua: Refleksi di Tingkat Sebelas
Note FB Tua: Saya
- Nama: Anifatun Mu'asyaroh
- Nama panggilan: Ani
- TTL: Kebumen, 15 Maret 1992
- Status: Belum Kawin, Tidak (pernah) Pacaran
- Minat: Tidur, Tidak pikun
- Keahlian: Menulis tulisan ngga jelas, hanya bisa menulis paragraf deskripsi dan nyaris selalu tidak bisa menulis paragraf eksposisi, narasi, argumentasi apalagi persuasi.
- Pen-name: Auriga Amarilis
- Hobi: Tidur, Ngetik hal apapun yang tidak penting
- Pekerjaan: Mahasiswa FKM UI 2010 semester 2, karena masih mahasiswa, maka saya tidak punya kerjaan selain tidur, kuliah, berpura-pura belajar di dalam kamar, lalu mencanangkan SKS saat akan ujian.
- Cita-cita: Bisa merampungkan setidaknya satu saja cerpen! hahaha,,, parah
- Makanan favorit: Mie Ayam, Ayam bakar, dan apa pun yang tidak terlalu amis
- Minuman favorit: Apa pun yang bisa diminum, halal, dimasak
- Warna favorit: ungu, hitam, putih, coklat, cream, ungu, biru, ungu
- Kebiasaan favorit: Tidur
- Pendidikan: RA Perwanida Karangsari, SD Negeri 1 Karangsari, SMP NEgeri 1 Kebumen, SMA Negeri 1 Kebumen, Universitas Indonesia lulus Agustus 2014 (amiin, kalau bisa sih Februari 2014, hehe)
- Buku favorit: ngga ada
- Film favorit: ngga ada
- Penulis favorit: JK Rowling, Andrea Hirata, Fandita Tonyka Maharani dan Yuridista Putri Pratiwi, Pipiet Senja, Azzimatinur Siregar, Auriga Amarilis, hahaha...
- Hal yang paling dibenci: dicuekin, melihat ketidakadilan, diaggap remeh, ditinggalkan, dikritik yanng tidak sesuai kenyataan
- Hal yang paling disukai: tidak menjadi pusat perhatian, dikenal, tidur
- Target Hidup (Jangka Pendek)
- Lulus tepat waktu
- Berani dan konsisten dalam menulis, setidaknya berani mengirimkan naskah ke penerbit di awal tahun depan
- No pacaran sampai menikah
- Khatam Qur'an minimal 2x tahun ini
- Menulis setidaknya 1 cerpen seminggu
- Mengurangi jam terbang program SKS
- Tidur maksimal pukul 12
- Bangun tidur paling telat pukul 5
- Konsisten di MB, dan jadi pasukan yang tangguh dan indah pukulannya
- Kerja di Dinkes Kabupaten Kebumen
- Bisa membahagiakan orang tua dengan menaikkan haji (amin amin amin)
- Hemat, nabung sebulan minimal *piiip*
- Bisa menahan "rasa itu" walau susah
- Punya publisher sendiri
- Aaaaa... ini sangat susah untuk bisa konsisten dalam berbagai hal, terutama belajar dan menulis
- Dateng ke akad nikah-nya teman-teman baik, agak baik, kurang baik dan kuanggap baik walaupun tidak baik padaku, kalau diundang
- Menamatkan novel pesanannya Syifa tepat waktu!!! (tidak nyaris terlupa, maaf Syifa)
- Banyak makan sayur
- Senyum kepada setiap orang walaupun harus dikira orang gila
- Jangan gampang terpancing emosi
- Cum laude di semester 4 dan bertahan hingga tamat
- Tidak caper
- Lebih berani bicara
- Tidak mudah down
- Berani megambil keputusan
- Semangaaaaaaaaaaaaaaat...
- Tidak ngeksis, tapi kenal semua warga Perhimak
- Dapat terbebas dari dengki
- Puasa Senin-Kamis minimal 2 hari dalam sebulan untuk tahun ini, 3 untuk tahun depan, 5 untuk lusa tahun depan, dan terbiasa hingga selanjutnya... (oh, sepertinyaaa... ini...)
- menyusul.....
Wednesday, 12 November 2014
(Bukan) Orang Biasa
Tuhan, tolong jaga saya dalam perjalanan saya, tetap menjadi orang biasa, manusia biasa. Saya tidak berharap kisah keluh kesah seorang biasa seperti saya dipungut orang lewat. Namun, setidaknya jangan biarkan saya terinjak hingga mati, ketika saya tengah mengais untuk menemukan keinganan saya di jejalanan. Ah, Tuhan pasti melakukannya tanpa dipinta. Mengapa sedetik tadi saya meragukan-Nya beserta kejutan indah dari-Nya? Hmm.
Friday, 7 November 2014
Delapan Gambar Terakhir (Oktober-November Awal)
![]() |
"Alat Gambar (seadanya) Saya"
Depok, 25 Oktober 2014
Sebelumnya, mohon maaf, posisi fotonya terbalik. Saya tidak tahu cara me-rotate position image yang sudah di-upload ke blog. Jadi, saya biarkan saja begitu, ya.Well, itulah alat-alat yang saya punya. Namanya juga bukan seniman dan tidak berminat menjadi seniman, alhasil saya hanya memiliki beberapa alat yang kira-kira akan sering saya gunakan saja. Inilah daftar mereka:
|
![]() |
"Fanart: Houtarou Oreki (Again)"
Depok, 21 Oktober 2014
Media: Kertas Gambar A5
|
![]() |
"Latihan Menggambar Dua Kepala dalam Satu Scene"
Depok, 2 November 2014
Media: Kertas Gambar A5
Entahlah apa maksudnya.
|
Friday, 24 October 2014
Jika Kau dapat Mengingat Namaku
Jika kau dapat mengingat namaku nanti,
ingatlah ketika pertama kali aku menjadi ma'mum-mu
ingatlah ketika rerenyahan gerimis dengan jail mengguyur saung
ingatlah ketika kau meniup peluit besi demi sebuah persembahan untuk kami, para pejuang baru nan lugu
Jika kau dapat mengingat namaku nanti,
ingatlah ketika perang di tanah Arab kembali bergejolak,
ingatlah ketika merpati putih pengapit jerami kedamaian berangsur terbang,
ingatlah ketika abu, air dan api di sana tak mampu dibedakan
Jika kau dapat mengingat namaku nanti,
ingatlah ketika dalam gejolak itu,
keluargamu menggelar pentas,
memutihkan nurani yang menggelap,
menyejukkan akal dan menggugah hati untuk membuka mata,
ingatlah ketika itu, aku bersenandung dalam kepungan ayam coklat matang
ingatlah pula, ketika itu kau menunjukkan ibu jemarimu untukku
atas aku, ketidaksengajaanku, mengumpulkan permata yang kau inginkan
Ya....
Jika kau dapat mengingat namaku nanti,
ingatlah bahwa kau begitu berarti,
bagi wanita biasa nan canggung ini,
bagi wanita yang baru mampu berterima kasih kepada Tuhannya sendiri,
bagi wanita yang bersedia berdiri, menanti
akan orang yang belum pernah mengingat namanya dengan pasti
Menanti, menanti sembari memantaskan diri
Jika kau dapat mengingat namaku nanti...
Depok, 11 Desember 2012
Monday, 20 October 2014
Festival
Saturday, 11 October 2014
Terpaku
Agustus Ke-80
Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...
-
Lagu di atas merupakan lagu Amaryllis karya komposer Henri Ghys. Saya memainkannya dengan aplikasi piano pada ponsel saya. Oh iya, mohon...
-
Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...
-
“Mau semangka?” “Aku puasa,” jawabnya sekenanya. “Oh, afwan. Nggak pulang, Di?” tanyaku. “Tidak,” jawabnya singkat. “Kenapa...








