Showing posts with label MBUI. Show all posts
Showing posts with label MBUI. Show all posts

Monday, 3 September 2012

Dulu, Saat di MBUI

Bolehkah gue sedikit bercerita tentang masa lampau? (ngomong sama tembok)

Ini terjadi lebih dari setahun lalu. Cerita gue yang belum sempat gue ceritain di post-post di blog ini. Oh my bloggie, relakah kau? (Rela dong! Harus itu! :P)

Dulu gue sempat bertengger di section PIT. Ini adalah section yang sangat gue pengenin saat daftar MB karena gue jatuh cinta pada marimba pada pandangan pertama waktu MBUI display pas jaman gue maba. Yeahthat's right! MB yang gue sebutin di sini adalah MB yang kepanjangannya Marching Band itu. Gue bener-bener pernah ikut latihan MB lho! MBUI lagi! Aaaaaaa!!!! Keren, kan??? *hebring sendiri*
Ini pas jadi helper dadakan. Gue pun nggak lolos dari aksi pencorengan muka. Kak Ndun berhasil menghijaukan pipi gue! Ckck
But, it's nice and sweet photo of us

Tujuh bulan lamanya (September 2010-Maret 2011) gue dengan rajin mengikuti latihan MB yang sangat gue pengenin sejak gue mengenal UI. Meski nggak lama, gue sempat mengenal banyak teman di sana. Nggak cuma dari jurusan yang sama, tapi juga lintas jurusan, lintas fakultas bahkan lintas universitas (well, cuma 1 orang anak UNY sih, ahaha). Gue bahagia banget sebenarnya waktu gue masih bisa bertahan di sana hingga sempat mengikuti dua kali penampilan (Music Camp di Pusgiwa dan Cadets di Gymnasium UI).

Ini gue dan Elza. 
Dilihat dari malletnya, 
kayaknya ini lagu 4x4-Little PF, 
deh, hehe... *sotoy*

Gue suka musik. Musik itu cantik dan gue adalah pekerja keras dalam hal berlatih alat musik.  Maka meskipun menjadi pemula yang bener-bener amatir di section ini bukanlah hal mudah, gue pun nggak pernah menyerah. Gue selalu berusaha menaklukan kelebihan keringat di telapak tangan gue yang selalu saja sukses membuat mallet-mallet pemukulnya meluncur. Gue menggenggamnya dengan kuat biar nggak mudah lepas dan jatuh. Jatuh artinya seri alias push up ceria mamen, haha. Hal ini bukanlah yang seharusnya karena dalam bermain alat musik pit, mallet-mallet haruslah dipegang dengan jemari yang rileks. Namun, apa daya... telapak tangan gue selalu berkeringat setiap memegang benda apa pun. Gue pernah mencoba menjelaskan hal ini kepada Kak Rendy, Kak Meta, Kak Ayu, Kak Sari, Kak Feby, Kak Nadia, dll, tapi kayaknya nggak ngerti deh mereka, hehe. Aaa... I miss them so much. Nah, posisi tangan yang nggak benar ini lah yang berakibat fatal bagi lengan tangan gue, wkwkwk. Keduanya pegal selama berhari-hari pada awal latihan, wkwkwk.

Dulu, gue paling susah untuk bermain dengan posisi tangan yang betul. Tangan kiri gue terutama. Dia susaaaaaah banget kalau disuruh mantulin mallet. Hihihi. Kakunya minta ditimpuk. Kakak-kakak pit aja sampai frustasi deh kayaknya pas ngajarin, wkwkwk. Namun, untuk masalah menghafal nada, okelah...gue cukup mampu mengatasinya. Gue bermain pianika sejak kelas 2 SD dan recorder sejak kelas 5 SD. Gue suka banget memainkannya, meskipun mereka hanyalah alat musik yang nggak terlalu rumit untuk dimainkan. Hal ini membuat gue terbiasan dan mampu menjajal dan mengarang nada asalkan gue pernah mendengar lagu dan hafal melodinya. Wah! Gue pernah dibayar dengan seporsi makanan oleh seorang teman buat mencarikan nada sebuah lagu saat SMA, :D. Lumayan juga, wohohoooo (sombong dengan alaynya).

Oh iya, gue pengen ngesombong lagi nih, gue pernah terpilih menjadi section leader pit (SL) selama beberapa waktu masa. Ahaha. Nggak usah kaget, cukup gue aja yang kaget. Kak Sheila dulu menunjuk gue dengan semena-mena. Atas tindakan itu, gue jadi lebih rajin berangkat lho dulu. Soalnya pas zaman mau penampilan anak cadets nggak ada kakak-kakak pit yang sempat buat nemenin dan ngajarin latihan. Alhasil, kami pun harus rajin latihan sendiri dan tanggung jawab menjadi SL itu membuat gue semakin rajin. Gue nggak lebih baik dari temen-temen se-section gue. Ini jujur. Alih-alih lebih baik, gue bisa dibilang palinglah kurang karena gue mudah kehilangan konsentrasi saat bermain. Temen-temen se-section gue saat itu adalah Ayu (seringnya main vibraphone), Acho (seringnya main xylophone), Rachel (main bells, tapi sayangnya keluar dari MB karena diterima di Paragita), Rachel (lagi, dan dia main di old marimba), Renny (old marimba player sejati), Sevti (old marimba player juga), Juju (marimba juga sebelahan sama gue), juga Elza (yang selalu antusias untuk dapat memainkan semua alat pit).
Ini temen-temen perkussi gue dulu (kecuali yang paling kiri, anak Trumpet Brass)


Menjadi SL membuat gue lebih dikenal oleh lebih banyak anak MB lain, kawan. Salah satu yang gue ingat, gue jadi lebih sering ditanya mengenai gimana caranya menggimanakan alat pit ini oleh anak non pit. Gue juga ingat, permainan gue pernah jadi lebih diperhatiin oleh kakak angkatan dan anak section lain. Sumpah! Itu bikin gue nervous banget. Gue juga jadi disuruh nemenin anak pitty lain yang mau latihan tambahan. Bukan! Bukan untuk ngajarin, tapi buat nemenin latihan bareng karena gue juga masih kurang banget, hehe. Gue juga kadang nyolot dan iseng nyoba ngikutin partitur alat pit lain yang bukan bagian gue. Hal ini memperkaya pengetahuan gue banget tentang setiap lagu. Terkadang, kami, sesama anak pit saling mengingatkan kalau di antara kami ada yang salah nada. Yup! Bermain pit tidaklah mudah sebab setiap alat pit memiliki partitur yang berbeda untuk lagu yang sama. Oh iya! Ini nih beberapa alat pit yang masih gue inget:

  • Marimba (gue selalu memainkan ini dari awal hingga gue keluar). Marimba itu kalau nggak salah dibagi lagi macamnya. Ada old marimba, grand marimba, dll *gue lupa sungguh soal ini, :P*. Mereka dipukul dengan mallet biasa.
  • Bells a.k.a glockenspiel a.k.a bellira tertidur kata gue (bunyinya nyariiiing, ini buat main melodi). Mereka dipukul dengan malet kaca.
  • Vibraphone (gue menyebutnya sebagai bells dengan bunyi berbayang). Mereka dipukul dengan mallet biasa.
  • Xylophone (ini marimba yang nyaring dan bunyinya tak tak tak, hehe). Mereka dipukul dengan mallet karet.
  • Timpani. Pemukulnya ada khusus.
  • Chime. Pemukulnya palu. *sadis, men*
  • dan masih banyak lagi alat pit yang lain yang parahnya gue cinta kesemuanya.

Suatu hari, gue nyadar kalau banyak sih anak MB yang agak bingung gimana saat ngobrol sama gue, hihihi. Anak pit zaman gue doang lah yang tahu gimana caranya ngobrol sama gue, wkwkwk. Kami anak pit adalah anak gudang dan selalu berlatih secara "exclusive" dan terpisah dengan yang lain. We're team pitty but not a pitty team, :P. Dulu ada grup cadets juga bahkan. Di situ gue sering komentar. Ramai lah di FB, tapi masih aja susah chat di dunia nyata. Gue pengen deh masih bisa deket dan ngobrol sama mereka. Soalnya, setelah gue nggak lagi ikut MB, entah kenapa banyak anak yang jadi nggak nyapa lagi saat ketemu di luar latihan. Udah pada lupa soalnya... Iya, lah. Gue baru kenalan sebentar dengan mereka, eh udah main cabut aja.

Gue juga sempat ikut pas anak-anak MB promosi di stasiun dengan memainkan musik dengan alat-alat MB. Gue juga ikut main lagu-lagu simpel, bagiin flyer, joged-joged, foto-foto dan lain sebagainya. Ah! Manisnya waktu itu. Gue juga turut promosi tentang bagaimana nikmatnya alat pit dan MBUI kepada anak-anak paguyuban gue, terutama adek-adek kelas gue yang bahkan saat itu belum lulus SMA, wkwkwk. Sadis dah semangatnya!!!! :D

Hingga Maret menjelang, acara Training For Senior (TFS) pun tiba. Di situ kita dikasih tahu gimana cara menyambut anak-anak yang baru gabung MB. Gue serasa mau punya adek dah. Padahal gue dan anak-anak baru nanti masih seangkatan atau bahkan angatan bawah mereka. Di sini... tiba-tiba muncul sayap-sayap kegalauan dari balik pundak dan otak gue (?). Gue mulai berpikir ke depan, apakah gue bakal konsisten di MBUI? Gue meyakinkan bahwa gue pasti bisa.

Namun, setelah selama sebulan lamanya berlatih dari awal agar persiapan pasukan untuk berangkat ke Thailand benar-benarlah matang, gue pun tumbang. Bukan! Bukan karena gue bosan atau nggak tahan. Namun, ada hal lain yang menyedot habis kefokusan gue dan membuat gue absen selama dua minggu. Selain itu, ada rumor juga bahwa akan ada kemungkinan anak lama nggak bakal ditempatkan di section yang sama seperti section sebelumnya. Gue puyeng di tempat saat gue denger berita itu! Yeah! Gue nggak siap menerima kenyataan jika di suatu saat nanti, gue dipindahkan dari section pit. Maka, fakta bahwa gue nggak berangkat dua minggu bahkan nggak datang saat tes penempatan alat telah membuat gue kesimpulan di bulan April 2011 bahwa mungkin gue memang harus berhenti "dulu".

Seminggu kemudian, gue ditanya beberapa anak MB yang masih ingat sama gue. Mereka menyapa, "Hey! Ke mana aja, lo, Ni?" dan juga ada yang bilang, "Eh, lo masuk pit tahu, Ni!"

Hal itu membuat gue agak menyesal karena telah memutuskan untuk berhenti dengan tanpa berpikir panjang sebelumnya. Namun, nasi udah jadi gosong terlampau parah, maka gue pun diam aja di bikun. Bikun? Oh iya, jadi selain ketemu anak-anak di atas (?), di bikun gue juga ketemu kak Ayu. Dia bilang bahwa, belum tentu yang udah nggak dateng lama bisa masuk di section yang sama. Terlebih pit sepertinya udah penuh. Dia bilang bahwa saat ini brass lah yang masih membutuhkan banyak pasukan.

Final! Pernyataan dari Kak Ayu telah membuat gue benar-benar nggak berani balik lagi latihan. "Pitty! Semangat ya!" kata gue dalam hati setiap teringat Pit dan "MBUI! Semoga semakin jaya, ya! :D" kata gue setiap inget MBUI

Aaaaa.... Gue pengen banget nyoba tuh bendaaaaa lagi. Dari lubuk hati terdalam, gue masih sangat pengen main di MBUI lagi. Namun, setelah satu tahun lima bulan menghilang, sepertinya tidaklah gampang untuk bergabung lagi, hoho. Terlebih ada hal lain lagi yang musti lebih diperhatikan. Gue nyesel gue nggak sempat tampil di tempat yang lebih jadu dari Pusgiwa dan Gymnasium UI. Meskipun begitu, gue bersyukur gue pernah menjadi bagian MBUI. Ini adalah hal yang sangat indah dan selalu gue rindukan setiap gue mendengarkan musik bernada.

Jadi sedih mengingat masa-masa awal gue ngundurin diri, huhu...

Pesan untuk siapa saja yang membaca tulisan ini, baik dengan sengaja maupun tidak: Teguhlah dalam menjalankan setiap hal; Jalankanlah apa yang sudah dipilih dengan penuh semangat dan perasaan; dan Pilihlah apa yang sebenarnya dibutuhkan dan bisa betul-betul dijalankan dengan teguh dan penuh ketetapan hati. Maju maupun mundur, keduanya adalah pilihan. Keduanya bisa dipilih sesuai situasi dan kondisi serta asalkan lo tahu bahwa pilihan itu tidak akan memunculkan penyesalan buat diri lo nantinya...


Aaaaa...! Hari ini mulai kuliah! Mampukah gue kuliah tanpa tidur semalaman? :P

In memoriam, gue di MBUI:
Ini kami, anak-anak cadets pas abis penampilan Cadets 2010
so miss the moment!



Saturday, 1 January 2011

Abstrak, Ngga Ngerti Jelas...

Ini tahun baru
Ada dua angka kembar di tahun ini
Aku menemukan tantangan berganda menghadang di depan mata
Tentang mencangkul ilmu
Tentang bermain bunyi-bunyian
Tentang sekelompok pasukan
Tentang paguyuban
Tentang komitmen
Dan tentang-tentang lain yang tak bisa kuhitung dengan gabungan jari tangan dan kakiku sekali pun

Yeah... Ini tahun baru
Aku bertekad membabat habis disiplin ilmu tertentu
Semangatku berapi-api untuk menjadi seorang jenius
Jenius memainkan isi kepalaku juga pukulan tanganku
Oh My... Sungguh aku ingin menjadi seperti kakak ituuu...
Dua di kanan, dua di kiri
Lalu menari tanpa beban berarti...
Ingiiiiiiin...

Waw! Ini tahun baru???
Aku ingin segera mencari tahu kebenaran sastra
Keistimewaan sastra
Kelurusan serta kemiringan sastra
Aku ingin mengeksekusi beberapa milikku
Lalu mempertemukan mereka dengan ujung-ujung yang menyimpul
Wieew! Ingin sekali melihat mereka terpampang..

Iya! Ini tahun baru...
Akhir Desember
Aku akhiri dengan menyaksikan kemegahan kemenangan salah satu milikku
Melihat mereka mengangkat piala
Menciumi benda berlapis sedikit emas
Dikalungi benda bulat yang memancarkan aura kemenangan
Yah, mereka memang menang
Hadiah tahun baru terbaik untukku,
dengan melihat senyum dan air mata memolesi warna-warni wajah mereka

Benar-benar tahun baru ya?
Iya aku yakin sekarang
Hampir dua belas jam aku terbaring
Sesekali bangun melihat sekeliling
Ragu-ragu bermimpi
Lalu terlelap lagi tanpa pikir-pikir


Capek berlari dalam dunia tak terpijaki
Aku terjaga
Lantas meraih ember mandi
Kurasakan dinginnya air tahun baru
Iya ini bukan mimpi
Make A Wish!!!
selamat tahun baru
aku memulai catatan ini....

Hoaaam...
Oyasuminasai...

Tuesday, 21 December 2010

Namaku Ani...

Aku Ani. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, angkatan 2010. Aku orang Jawa asli, pandai berbahasa Jawa dengan logat Jawa ngapak.

Aku pendiam dan misterius. Aku suka menulis dibandingkan berbicara. Namun, banyak orang yang bilang bahwa aku cerewet. Hal ini membuatku terkesan seperti orang berkepribadian ganda. Kadang ceria, kadang pemurung, dan kadang gila, ahaha...

Sejujurnya aku gila. Orang yang baru lihat pasti bilang aku pendiam, sehingga ragu mendekat. Padahal, sekalinya ngomong aku sulit untuk berhenti. Aku suka musik, menulis, dan menggambar (ditambahin menari dan menyanyi aja dah, biar kayak hobinya anak TK, hehe). Jadi, aku adalah penyuka kedamaian dan pembenci kedustaan serta kesombongan (Btw, apa hubungannya kalimat penjelas ini dengan kalimat sebelumnya ya? Kalimat utamanya apa juga nggak jelas deng! Ahaha)

Aku adalah pengamat jitu! Hati-hati aja kalau ada di dekatku. Bisa aku terawang, baru tahu rasa, ahaha. Sixth sense-ku lumayan sih, keturunan dari sang Mama (Mama aku lho, bukan Mama Loreng, plak!). Aku suka berpikir dalam diam, sambil memandang hamparan langit atau taburan bintang manis di permukaan langit yang lezat dinikmati mata. Wiew!!

Banyak orang bilang bahwa aku lebay, bahwa aku adalah tipe orang sanguinis dan melankolis, dengan rasa toleransi, solidaritas, dan keramahan yang sangat tinggi (ini seriusan kata orang lho). Namun, aku nggak bisa dijadikan sebagai pemimpin atau diberikan tanggung jawab terlalu besar karena aku cenderung labil, masih belum bisa dipercaya untuk memimpin (ini kata orang dan juga kata Ani sendiri).

Oleh sebab itu, aku kaget setengah hidup saat aku ditunjuk menjadi seorang Section Leader di MBUI. Wakakakak, kocak sebenernya, seorang aku bisa jadi SL. Namun, bagaimana lagi, amanah ya amanah harus dipegang dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Meski sebenarnya, aku masih sangat banyak kekurangan sebagai seorang SL. Hahahihi...

Aku anak PIT MBUI... Bangga bisa menjadi anak MBUI, hahai...

I love MBUI, dengan segala kekocakkan, keseriusan dan apa pun yang ada di dalamnya, aku suka.. Aku bertemu banyak orang dari berbagai daerah berbagai jurusan berbagai jenis macam watak dan sifat yang mereka punya. Aku suka menjadi Cadets MBUI...

Aku SL Pitt cadets MBUI 2010 (ya ampun, baru sekali ini gue mengaku sebagai SL Pitt nih, bismillah) menyatakan bahwa aku telah jatuh kepada MBUI....

MBUI... BANGKIT!

Sunday, 21 November 2010

Penyakit Hati

Pukul 00.31 waktu aku menulis postingan ini...

Aku terus mencoba agar aku tidak terlalu akuan dan egois. Bismillahirrahmanirrahiim...
Jika diingat tulisan-tulisanku memang selalu berubah, cenderung menyempit sudut pandangnya dari mengamati setiap hal menjadi akuan sekali. Mungkin ini yang menyebabkan Wita berkata, "Gue suka mengunjungi blog yang aneh-aneh, Ani! Blog lo ngga aneh, Ani! Jadi gue ngga suka."
Aku selalu teringat kalimat itu. Aku merasa gagal dalam hal menggiring pembaca untuk membaca tulisanku. Aku bingung. Aku mulai berpikir kalau aku memang sebenarnya tidak berbakat, tapi maksa. Memang banyak sekali orang yang berkata bahwa tulisan aku bagus. Namun, bagus dalam arti apa aku masih belum begitu mengerti. Aku sering menulis kata-kata tidak jelas yang entah bagaiman mereka bisa menyatu. Tak padu. Aku menyebutnya syair, tapi sebenarnya dia tidak bermajas. Jika aku mengkategorikan mereka sebagai puisi, maka lagu pelangi-pelangi pun dapat dibilang puisi. Lihat? Tulisan ini pun sudah mengarah ke hal-hal yang tidak jelas... Ayo Ani! Please! Mulailah berlatih menjadi orang waras dan jelas. Haha... Sebab, jika kamu waras kamu akan bisa membuat orang waras lain berkomentar waras.
Oh iya, aku sendiri sebenarnya tidak teralalu yakin. Mereka yang berkata bagus sebenarnya mengerti tulisanku atau tidak. Jika tidak, aku sudah gagal juga untuk mengajak mereka melayang dalam imajinasiku. RESAH AKU!


Jumat, 19 November 2010...
Gila!! Duit aku habis dengan tragisnya. Aku berpikir untuk memulai usaha baru. Namun, mengingat kondisi nilai-nilai kuliah aku yang remuk, hancur seperti ditimpa meteor, aku mengurungkan niat ini dan memilih memperbanyak tidur. Aneh kan? Bukannya belajar malah tidur. Parah memang, tapi serius di sini, sejak di sini aku semakin mudah terlelap. Bahkan, sambil mendengarkan dosen atau asdos berceloteh aku sempat tidur. Untung ngga ngiler sih, malu aja kalo ngiler ada relief yang membuktikan aksi tidur aku.
Di hari jumat yang kelabu ini...dan aku yakin ini memang kelabu karena di hari itu juga aku menerima kenyataan buruk bahwa UTS FISIKA resmi diulang satu atau dua pekan depan. Sedih! Namun, aku teringat kata Wita (lagi-lagi si Wita, eksis amat dia di blog gue?), "Hehh! Enak dong diulang. Malah bisa belajar lagi. Lo udah punya soal-soal kemaren, lo udah dikasih tambahan, dan lo tahu bagian mana yang susah buat lo dan lo bisa pelajari bagian itu. Ih! Masa ngga nyadar sih?" Dan untuk kali ini aku setuju tujuh puluh persen sama Wita. Aku rasa dia mempunyai pemikiran-pemikiran yang bagus mengenai beberapa hal, makanya aku menyukai gayanya. Hoi Wita! Untung lo ngga suka buka blog gue, bisa terbang ke pohon pisang lo, haha.

Oh iya jumat kelabu (de javu sama kata-kata ini), aku menerima kenyataan buruk sebenarnya bukan buruk, buruk ini hanya berlaku bagiku. Satu-satunya orang yang merasa gagal dan bersedih saat orang lain menerima kebaikan. Aku malu padanya karena aku tidak tahu bahwa selama ini dia latihan keras untuk tampil di acara Bedah kampus UI.Aku merasa kesal karena dia tidak perna bercerita kepadaku selama ini. Aku merasa iri karena hanya dia anak section aku yang diajak untuk tampil di acara itu. Aku mefrasa bahagia karena dia memang pantas memperoleh penawaran tampil itu karena dia memang yang paling jago. Namun, yang paling aku rasakan dan sangat menyesakkan adalah aku sungguh merasa gagal. Gagal meyakinkan kakak-kakak section-ku bahwa sebenarnya aku bisa hanya saja belum bisa mengatasi rasa canggungku. Gagal menjajal kemegahan Balairung di depan junior-junior SMA. Mungkin, aku sudah salah niat dari awal, jadinya yaa... aku memang sudah memperoleh apa yang seharusnya aku dapat kok. Thank You, Allah..

Jumat itu, aku benar-benar down. Aku berangkat ke Pusgiwa dengan semangat, berharap bisa berlatih dengan teman-teman baru dan merampungkan lagu 4x4 Little PF, tapi harapan ituhancur sketika saat melihat Merissa pergi berlalu latihan. Jujur, aku iriii.. Ani pengen bisa seperti dia. Semangat Ani! Kalau Ani rajin berlarih pasti bisa seperti Merissa. ^^

SEMANGAT!!! Ibu dan Yaya selalu menyuportmu!!!

Friday, 12 November 2010

Surprising Day

Dimulai dari telat bangun pagi. Waw! It's surprising! Hari ini kuis dan aku belum menyentuh buku Fisika sama sekali. Entah setan jenis apa yang memasuki pikiranku, aku pun tergoda untuk membolos mata kuliah antropologi dan memilih berdiam di kamar seperti seekor ular di musim dingin. Aku menghubungi teman-temanku yang sekiranya mau menyumbangkan tanda tangannya di kotak absen namaku. Tidak gampang lho!

Kaget! Karena aku tertidur di tengah prosesi "belajar" Fisika. Aku bangun dengan tergesa-gesa dan akhirnya aku terbingung-bingung sendiri, sambil membolak-balik kertas itu sekenanya. Aku yakin tidak ada satu huruf pun yang melesat masuk ke dalam otak, karena jam di handphone telah menunjukkan pukul 10 lebih. Mau jadi apa kuisku hari ini? Biologi pun belum tersentuh, sedangkan dari tadi aku sibuk menulis catatan facebook. Alih-alih membaca diktat Fisika, aku malah asyik menghitung jumlah kunang-kunang yang muncul hilang di kepala. Sepertinya aku pusing... pett. Tidur, bangun, tidur, bangun dan begitu terus hingga tiba-tiba pukul 11.02 datang dengan tidak sopan. Huwaah... Siap-siap, mandi, dkk.

Pukul 12.13, aku sudah meluncur ke halte. Aku lupa kalo hari ini adlah Jum'at. Hari di mana Bikun sangat malas beroperasi. Alhasil aku menunggu di sana selama hampir setengah jam. Sebenarnya, penantian itu tidak terlalu terasa lama. Ada sebuah hiburan yang mengagumkan dan ini adalah pangalaman pertamaku. Aku bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris dengan seorang Turis dari Nepal. Nepal itu yang di Asia Selatan yang ibukotanya di Kathmandu yang terkenal dengan mount Everestnya itu. Informasi ini aku dapat dari hasil menerjemahkan perkataan si Turis yang ternyata seorang Dosen dari Unversity of Nepal ini. Aku sebenarnya lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara. Lalu siapa yang selalu menjawab si pak Turis Dosen Universitas Nepal itu? Seseorang bermarga Medan dengan bahasa Inggris yang terbata-bata dan wajah meyakinkan lah yang menjawabnya. Wiew! Keren! Aku lebih tertarik mendengarkan pembicaraan mereka dibandingkan membaca diktat Fisika buah karya Kak Arreta Rei yang ada di pangkuanku.
Turis itu bertanya soal UI, FK, balairung, Rektor, Rektorat, Bikun dan bla bla bla. Haha, first time deh pokoknya! WIEW! It's surprising!

Sampai di kampus, aku masih juga dikejutkan dengan hal-hal yang ada-ada saja. Nilai fisikaku mencapai angka 80. Nilai tertinggi sepanjang sejarah Fisika sepertinya. Tidak ada maksud pamer, lebay, atau semacamnya. Ini murni suatu kekagetan dan kebahagiaan. Syukur aku pada-Mu yaa Rabb. Aku tidak peduli, meskipun nilai teman-teman lain hingga mencapai angka sempurna alias 3 digit. Aku tetap sangat puas dengan nilai ini. Huhu. Semoga UTS itu juga, terpoles keberuntungan yang sama. AMIIIIN.
Mulai hari itu, yang aku lupa namanya, aku mulai dekat dengan Inta dan Owlie. Bahkan aku memanggil Owlie dengan sebutan Dadar. Ini salahnya sendiri yang telah menyebutku Manusia Kulkas. Haha... Fakta sih. Tanganku ini bisa sedingin es saat terpapar hasil keluaran benda elektronik canggih bernama AC. Aku benci AC makanya. Dia membuatku kedinginan setengah hidup.

Aku seperti biasa berjalan-jalan dengan penuh kebebasan ke mana pun aku suka. Makan mie ayam dan ditemani segelas milkshake coklat, rasanya maknyosss. Aku makan dengan lahap dan alangkah terkejutnya aku karena ternyata 3 ribu rupiahku hilang entah kemana. Huwaaaa.... Penyokong kehidupanku hilang.

Selesai makan, aku langsung melesat ke lobi G, tapi mampir dulu ke mushola. Di sana aku teringat Kak Lili dan mentoring Holaqoh. Aku tidak mendatangi undangan Kak Lili untuk datang ke MUI kemarin. Aku merasa bersalah dan tidak enak, apalagi tadi saat berpapasan dengannya di koridor tak berdinding di depan gedung F, wajahnya tidak tampak seperti biasanya. Senyumnya tak begitu terkembang. Aku salah tingkah. Maaf, Kak...

Rapat Pleno saat itu, aku tidak terlalu memperhatikannya. Aku disibukkan oleh kebingungan mau berangkat MB atau tidak. Apalagi Fajar sudah sms berkali-kali tentang kedatangannya dan berharap aku datang serta mengajarinya. Rapat pleno belum mulai saat itu dan anak-anak BB BAKPAO begitu asyik berdiskusi mengenai UTS Biologi yang boleh dibilang tidak biasa. Aisha, anak gizi yang sudah UTS dan dia membagikan pengalamannya, mulai dari durasi waktu yang diberikan, tingkat kesulitan, bobot, konten soal, tapi tidak memeberitahu kami bagaimana tepatnya soal-soal Biologi tersebut. Ya iya lah... ahaha. Di tengah obrolan kami, handphone-ku bergetar dan sebuah pesan memaksa dibuka. Isinya tidak jelas, aku diharuskan pergi ke taman Bougenvile terkait soal bdk. Apa itu bdk??? Aku mengajak Leli karena kukira itu akan bermanfaat baginya. Yeah! Aku mengira bdk adalah singkatan dari BIDIK atau BIDIK MISI. Namun, karena ngga tega, aku menyuruhnya berbalik ke lobi G.

Lalu, aku tetap pergi ke Bogen. Alangkah terkejutnya aku saat tiba di sana, sampai-sampai aku bingung harus mwngucap istighfar atau hamdalah. Yeah, jadi ceritanya aku lolos tahap I program UI SDP ILDP dan aku termasuk dari 150 orang yang lolos. Aku bingung harus senang atau sedih karena aku berharap tidak lolos. Aku berharap tidak masuk. Namun, ini barokah dari Allah harus disyukuri, maka aku mengucapkan "alhamdulillah..." dengan muka yang sangat ambigu. Tidak hanya aku, Leli ternyata lolos juga. Akhirnya, dugaanku terbukti juga. Namun, aku sama sekali tidak menyangka aku lolos dengan bermodal esai yang sangat jauh dari kata layak itu. (esai itu dapat dilihat di postingan terdahulu dengan judul peningkatan mutu pendidikan bangsa). Kejutan! Shock! Asli!

Saat pleno, aku masih terpikirkan soal Diksi itu. Dan Fajar, dia masih saja mengirim sms yang isinya memaksaku untuk datang ke Pusgiwa segera. Ya ampun. Bagaimana nasib UTS Biologiku? Aku belum belajar secuil pun dan kata Aisha si anak Gizi yang tadi bercerita itu, biologinya susaaaaaaaaaaah banget. Bagaimana? Dilema! Aku ingin berangkat MB untuk menghilangkan stres selama seminggu ini. Namun, aku khawatir kecapekan dan akhirnya ngga jadi belajar (terbukti). Di sisi lain, aku tidak tega pada Fajar yang di sana sendirian. Apalagi dia bilang kalo Ndun udah tanya-tanya mulu. Ya ampun, Ndun tanya-tanya siapa sebenernya? Ngga jelas sekali sms Fajar. Dengan niat yang baik, aku pun melaju ke FIK untuk menghadang bikun dan berangkat latihan MB seorang diri.

Huwaw! Ternyata aku tidak benar-benar sendiri di sana. Ada Merissa yang sudah sebulan lamanya tidak datang latihan, ada juga Elsa si anak baru di pit pindahan dari snare. Ada Fajar yang memukul-mukul pit dengan nafsunya dan aku merasa kasihan dengan mallet yang dipegangnya. Sabar ya mallet. It was surprising! Dan aku merasa tidak percuma datang ke latihan kali ini karena aku diajari kagu Genderang UI. Kak Nadia lah yang mengajari kami sore ini. Aku senang karena kami bertiga, Aku, Renny dan Merissa langsung bisa memainkannya. Lalu aku terpikirkan Ayu, Acho, Della, Rachel dan lain-lain yang pastinya nanti akan kewalahan mengejar target. Target-target kami ternyata banyak. Pokoknya kita harus sama! Ngga ada yang lebih pinter dan ngga ada yang paling pinter. Kita bisa sama-sama dan payah juga sama-sama. Jangan meninggalkan teman kita! Setidaknya itu yang aku tangkap dari kata-kata Kak Nadia saat evaluasi tadi.

Saat sampai asrama.... Huwaaaaaaaa aku lebih tertarik menulisi blog ini dibandingkan belajar Biologi. Yaa Allah... Berilah hamba kekuatan untuk lembur dan melahap menu-menu lezat biologi ini. Amiiiiin

Saturday, 6 November 2010

Section Leader?? Oh NO!

Jumat, 5 November 2010 ini, seperti biasanya aku datang ke latihan rutin MB. Kali ini di Pusgiwa. AKu datang bersama Ayu yang imut-imut. Saat tiba di Pusgiwa, ternyata apel sudah akan dimulai dan ternyata lagi komlat section perkusi (section aku) belum datang. Akhirnya, terjadi kekosongan posisi komandan latihan dan terjadi perdebatan alot di rombongan perkusi karena tidak ada yang mau menjadi komlat pengganti. Salah satu kakak menunjuk Olan untuk menjadi komlat. Dengan wajah bermuram durja Olan melangkah maju ke sudut kanan barisan dan menyiapkan kami.Apel dimulai, lalu selesai.

Saat latihan...
Ternyata di section PIT, cuma aku dan Ayu yang datang. Anak pit sebenarnya ada banyak. Cona deh aku sebutkan. Ehm..ehm.. Ani, Ayu, Merissa, Acho, Rachel, Kheren, Kinan, Intan, Renny, Sevti, Della, Fajar Kebumen, Azizah, Elsa yang baru gabung. Masih ada lagi tidak ya? Lupa aku.

Aku dan Ayu seperti sepasang kekasih yang berdua ke mana-mana. Maklum anak pit kan latihannya eksklusif, terpisah dari anak-anak lain. Kalau anak Battery kan bareng-bareng tuh. Jadi, Snare, Bass Drum. Quintom, Cymbal jadi satu latihannya. Kalau pit, ya udah sendirian aja.

Sehabis me-loading alat,kami pun latihan pemanasan dan beberapa lama kemudian datanglah kak Sheila yang akan mengajari kami hari itu. Akhirnya, kami belajar bersama-sama. Horee... Agenda hari itu adlah Diddle dan Dannis Combo terselesaikan. Namun, anak pit itu kan ngga begitu rajin berangkat, jadinya ketinggalan target deh. Beruntung aku sempat berlatih Diddle pola A dan B. Kalau tidak mungkin aku akan terseok-seok, mengingat polanya yang lumayan susah. Mungkin tidak terlalu susah, cuma membutuhkan konsentrasi aja. Kak Sheila mengajari Ayu lagu Diddle tersebut, aku pun ikut me-review. Akhirnya, target Diddle harry itu baru tercapai 3/4 nya, yaitu sama pola C.

Latihan saat itu cukup menyenangkan. Meski cuma berdua, tapi seru. PAlagi setelah maghrib Renny datang. Kami pun jadi trio deh. Aku iseng-iseng berltih lagu-lagu ansamble waktu SMA dulu. Menyenangkan! Aku suka musik! Meski tak pandai. Haha...

Di tengah latihan, aku mencari-cari malet karet hitam. Lalu aku nyeletuk, "Yaah, malet itemnya dipake mereka. Ya sudahlaah aku pake malet putih aja."

Namun, ternyata yang kuambil malah malet hitam yang tadi kumaksud yang kukira sedang dipake latihan oleh Elsa dan Kak Sheila. Sedangkan maleet putih yang niatnya mau aku ambil, ternyata masih diam tak bergeming di dlam tempat malet. Lalu, bagaimana dengan malet yang dipegang Elsa? Ternyata malet yang dipakainya adalah malet karet biru. NHUwaaa... Sontak kejadian tersebut membuta Ayu tertawa terbahak-nahak. Sedangkan aku, aku malu minta ampun dan mungkin mukaku semerah buah delima saat itu. Perlu waktu lama untuk menyadarkan Ayu ke alam nyata. YA, ampuun... Perasaan waktu tes kesehatan mataku normal-normal saja deh. Dalam artian, tidak memderita buta warna. hehe...

Apel pulang lebih aneh lagi. Apel berlangsung sangat lama. Ohm...maksudnya sangat sebentar akibat lalainya Ndun. Kak Ndun sang Kompas, melupakan satu agenda apel yaitu penganugerahan seri bagi yang datang telat atau ya g tidak datang di latihan sebelumnya. Sebenarnya, kami sudah senang tak alang kepalang, karena lolos dari hukuman seri tanpa harus mencari-cari alasan untuk berbohong. Haha... Ternyta, seri tetap diadakan tanpa diganggu gugat. Alhasil, aku dihadiahi tiga seri, atau setara dengan lima belas kali push up. Capek! Alhamdulillah... Daripada yang enam atau sepeuluh seri sih, hahaha...

Evaluasi per section...
Tidaaak!!! Kak Sheila dengan semenah-menah menunjuk ku sebagai section leader PIT! Gila! Kakak... Please deh! Yang lain kan ada... dan mereka itu lebih baik. HUahh tidak siap. Dan semakin kaget karena sepertinya dia tidak main-main. Ampun deh! Aku pun dimintai nomor hp, membuatku serasa artis selama sepupuh detik. Haha...

Mau tidak mau, untuk sementara ini, aku menjadi SL Pit deh. Wieew!
Semoga hal ini bisa digunakan untuk mengatasi kecanggunganku. Aku kan orangnya ngga PD-an! Wadduh!!!!

Saturday, 2 October 2010

When I Came Join "Them"!!!

Minggu ini adalah minggu paling menggalaukan.
Galau?
Ya. Itu predikat baru yang kusandang, pemberian cuma-cuma dari sahabatku Tiara.
Minggu lalu, dari tanggal 16-26 September, aku merasakan hal yang enak dan menyenangkan bagiku. Berkutat dalam dunia yang kusuka. Musik. Aku tak pandai di bidang ini, tapi aku tetap suka. Feel-nya berbeda dengan saat aku harus berpandai-pandai berpikir memakai logika untuk memecahakan soal-soal Fisika dan Matematika.
Madah Bahana adalah UKM yang aku ikuti. UKM? Apa itu UKM? Aku juga ngga tahu, haha *ditimpuk pake sandal bakiak*. UKM itu sama halnya seperti ekstrakurikuler kalau di SMP dan SMA.
Lalu apa itu Madah Bahana? Kalau yang satu ini, aku tahu! Haha *takut ditimpuk sama komandan latihannya sih, he*. Madah bahana itu marching band. tahu kan?? Kalau ngga tahu, saya sudah siap pegang durian untuk menimpuk kalian, hehe... Awalnya, beberapa teman dari Kebumen merasa aneh dengan pilihanku. Seperti yang kalian tahu, latihan MB pasti capek, sampai malam dan memakan banyak waktu. Aku pun paham, sadar, tahu, mengerti dan sebagainya. Namun, bagaimana lagi? Aku pengen dan aku penasaran, so ya sudahlah... Dicoba saja dulu! *sambil senyum-senyum, gaje*
Aku datang dari Kebumen lebih cepat yaitu tanggal 15 September. Padahal mulai kuliah tanggal 20 September. Untuk apa? Untuk Madah Bahana, yeey! Itu pun aku sudah membolos hari pertama. Di hari kedua itu, aku kebingungan saat pertama datang. Masing-masing orang sudah tahu alat musik apa yang harus mereka pegang. Sedangkan aku? Karena telat, aku cuma mlompong.
Beberapa menit kemudian, upacara apel dimulai! Aku pun bingung. Cara berbaris dan gerakannya sangat jauh berbeda dengan PBB biasa. Jika biasanya kita telat, kita akan menempati barisan terkahir, tapi kalau di sini justru sebaliknya. Akhirnya aku menempati barisan pertama, pikirku saat itu. Namun, aku merasa ada hal yana aneh. Bukannya apel itu orangnya mengumpul dengan satu komandan berada di pusat? Kok ini peserta apelnya malah saling berpunggungan. Aku tidak berani clingak-clinguk. Malu, kelihatan oon-nya. Haha.
Tidak lama kemudian, terdengar komando berbunyi "bla..bla..bla" *maaf kuping saya error saat itu*. Sontak, seluruh peserta melakukan gerakan balik kanan dengan gerakan yang aneh. Sedangkan aku? Aku yang bingung masih menghadap arah yang sama (belum berbalik) sehingga punggungku dapat melihat punggung orang yang di belakangku. Seseorang yang baik di sampingku, mencolek bahuku membuatku tersadar, bahwa aku salah arah. Hwahahahaha.... Maluuuuu...
Satu-satunya kebenaran yang kulakukan adalah aku berda di tengah barisan yang benar. Itu pun bukan suatu kebenaran sempurna. Andai kau tahu, hampir saja aku berbaris dengan anak-anak section Colour Guard kalau tidak ada seorang kakak yang menarikku ke barisan Perkusi. hehehe...
Ehmm... Mungkin kalian ingin tahu, perkusi itu dibagi lagi menjadi 2 section. Betrie dan Pit. Lalu Betrie dibagi lagi menjadi 4, yaitu Quintom, Bass Drum, Snare dan Cymbal. Ada yang tahu semua alat itu?? Mau tahu?? Ohh...tidak. Ceritanya panjang! Tidak usah ya!! hehe
Seperti yang sudah saya katakan tadi, saya belum tahu alat apa yang akan menjadi alat pegangan saya. Oleh karena itu saya bertanya pada sang kakak, "Kak, saya pegang alat apa?"
Sang Kakak menjawab, "Kok nanya? Emang kemaren waktu tes disuruhnya pegang alat apa?"
Aku hanya ber-sweatdrop ria karena si Kakak malah balas bertanya. Menyadari kebingunganku, sang Kakak pun sepertinya mengerti. Lalu ia membawaku ke Kak Dea, sang Mantek. Usut punya usut, perkusi itu memang harus menajalani serangkaian tes lagi. huahahhaha... payah lah!
Akhirnya aku diputar-putar ke sana ke mari, coba alat itu coba alat ini, pukul sana pukul sini. Capek sekali....
Sudah capek begitu bingung lagi karena tidak tahu aturan PBB di Marching Band ini.
Sedang asyik dengan kebingunganku itu, tiba-tiba terdengar tepukkan tangan bak seorang ibu-ibu memanggil tukang sayur... "Prok prok prok!!! dst"
Aku (lagi-lagii) karena tidak tahu, akhirnya meresponnya dengan hanya berdiri. Padahal yang lain sedang bersiap-siap entah mau apa. POkoknya parah sekali deh aku.
Nah, ada seorang Kakak yang berbisik-bisik, "Dek, siap, Dek. Kita mau apel!"
Akhirnya kita pun apel penutupan latihan hari itu. Aku? Tentu saja ikut, dengan modal PBB biasa, aku nyante-nyante saja dan pede pede saja. Hehehe.
Oh iya, aku kan pengen sekali dapat alat musik Pit. Pit itu bentuknya seperti Bellyra atau Bells. Pokoknya bernada deh bunyinya. Kan aku suka, hehehe. Alhasil, setelah pulang latihan siang itu, aku berdo'a sepanjang hari sepanjang malam kepada Allah Yang Mahakuasa agar bisa berkesempatan mempelajari alat itu....

Dan keesokan harinya!
BINGO!!!!!!!!!!!!!!!! Alhamdulillah.... Dapat, euy! senang sekali.....

Agustus Ke-80

Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...