Friday, 7 March 2014

PKM Gagal :'D









USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
SOFA ANGIN MODULAR: INOVASI SARANA ISTIRAHAT SERBAGUNA DAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI SOLUSI CERDAS MENGATASI KETERBATASAN PADA HUNIAN SEMPIT

BIDANG KEGIATAN:
PKM K




Diusulkan oleh:
Tiara Deysha Rianti        Teknik Arsitektur Interior      1006766163
Anifatun Mu’asyaroh      Kesehatan Masyarakat           1006668014
Noarly Ayu Laksita         Kesehatan Masyarakat           1006665731
Rizki Purnamasari           Sastra Jepang                        1006700734
Junaidi Sidiq                   Teknik Sipil                           1106015825










UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK

2012 



Sofa Angin Modular:
Inovasi Sarana Istirahat Serbaguna dan Ramah Lingkungan sebagai Solusi Cerdas Mengatasi Keterbatasan pada Hunian Sempit

­­­
A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan salah satu negara produsen produk furnitur yang unik dan terbaik. Namun sayangnya, saat ini industri furnitur di Indonesia masih boros dalam hal penggunaan bahan baku, seperti kayu, rotan dan bambu. Selain itu, proses pengambilan dan penggunaan bahan baku yang tidak ramah lingkungan juga semakin meningkat sehingga berdampak pada semakin tingginya permasalahan lingkungan. Di lain pihak, upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut masih sangat kurang. Tidak banyak industri furnitur yang membuat terobosan baru dengan membuat desain furnitur yang memadukan material yang tidak merusak hutan.
Hal yang berbeda terjadi di beberapa negara lain, seperti Cina, di mana mereka sudah dapat menghasilkan produk dengan kualitas sebaik produk-produk Indonesia dengan penggunaan bahan baku kayu yang minim. Desainer interior asal Cina dapat menciptakan produk furnitur dengan bahan baku alam yang rendah, yaitu dengan komposisi unsur kayu sekitar 30%. Sedangkan di Indonesia hampir 100% bahan baku furniturnya menggunakan kayu. Pada tahun 2007, nilai ekspor furnitur Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,08% dari US$ 1,86 miliar (2006) menjadi US$ 2,01 miliar (2007). Sedangkan untuk nilai ekspor kerajinan mengalami pertumbuhan 19,51% dari US$ 518 juta (2006) menjadi US$ 620,1 juta (2007).
Di lain sisi, berdasarkan data sensus penduduk yang dihimpun oleh BPS (2010), DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan DI Aceh serta wilayah perkotaan lain secara berturut-turut menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah rumah tangga yang menempaati luas lantai hunian kurang dari 20m2 terbesar di Indonesia. Sempitnya lahan rumah yang dimiliki oleh masyarakat perkoatan tersebut menimbukan penggunaan furnitur, seperti sofa, kursi dan kasur pada rumah-rumah penduduk di Indonesia menjadi kesulitan bagi mereka. Akibatnya, untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat enggan untuk meletakkan banyak furnitur di rumahnya yang notabene merupakan sarana beristirahat dan merilekskan anggota badan karena ukurannya yang cenderung besar dan memakan spasi yang tidak sedikit.
Masalah yang sama juga dapat terjadi pada saat berpergian jauh, di mana tidak menutup kemungkinan pada kendaraan atau di tempat tujuan tidak ada sarana beristirahat atau duduk untuk melepas lelah. Jika terjebak dalam kondisi tersebut, seseorang cenderung akan berdiri dan beristirahat pada tempat seadanya. Dipandang dari aspek kesehatan dan keselamatan, hal tersebut tidak berdampak baik bagi tubuh. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah produk yang dapat digunakan sebagai sarana beristirahat yang bersifat flexibel, praktis dan mudah digunakan di mana pun.
Berdasarkan fakta dan permasalahan di atas, dapat diketahui bahwa produk furnitur merupakan salah satu barang komoditi yang memberi sumbangan cukup besar, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kesehatan masyarakat. Meski demikian, dalam hal produksi, pemanfaatan bahan baku furnitur masih tidak ramah lingkungan dan menimbulkan ancaman lain bagi ekosistem, sedangkan dalam hal efisiensi dan kepraktisan produk furnitur tersebut masih memiliki kekurangan dalam hal penerapan produk di spasi hunian yang sempit. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi produk furnitur baru yang dapat mengatasi kedua permasalahan yang umumnya timbul pada masyarakat yang mendiami spasi atau hunian yang sempit tersebut.
Gagasan yang diusulkan dalam karya tulis ilmiah ini adalah menciptakan sebuah program kewirausahaan di bidang furnitur dengan menghasilkan produk furnitur ekonomis, serbaguna, ramah lingkungan dan dapat dirangkai sesuai dengan keinginan pengguna. Produk ini dinamakan Sofa Angin Modular. Sebuah produk kewirausahaan berbahan baku Polyvinyl Chloride (PVC) dan beludru yang aman, nyaman dan mudah dilipat dengan mengkolaborasikan konsep antara sofa angin yang sudah dikenal masyarakat luas dan mainan lego yang mudah dibongkar pasang dan dibentuk. Langkah awal realisasi program kewirausahaan ini akan dimulai di kota Depok. Hal ini dikarenakan kota Depok dipandang sebagai salah satu kota besar yang juga dekat dengan kota-kota besar lainnya, di mana banyak rumah berlahan sempit terdapat di sana khususnya pada area sekitar perguruan tinggi yang didiami banyak penyewa rumah atau kost berukuran sempit.

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, diperoleh beberapa butir rumusan permasalahan sebagai berikut.
1.    Pemanfaatan bahan baku produk furnitur di Indonesia masih tidak ramah lingkungan karena hampir secara keseluruhan produk berasal dari alam sehingga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.
2.    Ukuran dan bentuk produk furnitur saat ini yang cenderung besar, tidak fleksibel dan tidak mudah dibawa bepergian menyebabkan kesulitan bagi masyarakat, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan beristirahat.

C.    Tujuan Program
Tujuan Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Kewirausahaan ini adalah sebagai berikut.
1.    Mengenalkan produk furnitur baru berupa sofa angin modular yang praktis, ramah dan serbaguna kepada masyarakat.
2.    Mengajak masyarakat untuk menggunakan produk furnitur semacam sofa angin yang tidak menggunakan bahan baku alam.
3.    Memproduksi sofa angin modular sebagai program kewirausahaan.
4.    Membantu menurunkan produksi furnitur berbahan baku alam yang dapat merusak lingkungan.
5.    Membantu mengatasi kesulitan penggunaan furnitur pada masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan hunian.

D.    Luaran yang Diharapkan
1.    Menurunnya produksi dan penggunaan produk furnitur yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari alam.
2.    Meningkatnya konsumsi sofa angin modular atau produk serupa sebagai pengganti sofa atau furnitur berbahan baku dari alam sebagai sarana untuk beristirahat sehingga dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

E.     Kegunaan Program
Bagi Mahasiswa
1.    Meningkatkan jiwa enterpreneurship.
2.    Melatih kerja sama dalam bidang kemitraan dengan produsen-produsen pengrajin sofa.
3.    Meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan ide-ide baru dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk furnitur serbaguna yang praktis, serbaguna dan ramah lingkungan.
Bagi Masyarakat           
1.    Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan.
2.    Membantu masyarakat memperoleh produk yang ramah lingkungan, praktis, serbaguna dan fleksibel untuk digunakan di berbagai tempat di waktu kapan pun.
3.    Memberikan inovasi dan peluang kerja baru bagi masyarakat, baik yang berwirausaha di bidang furnitur maupun yang baru memulai usaha.
4.    Membantu mengatasi kesulitan penggunaan furnitur di tempat sempit.
Bagi Lingkungan
Menurunkan penggunaan kayu, bambu rotan dan tanaman bahan baku produksi lain sehingga mampu menekan laju kerusakan lingkungan.

F.     Gambaran Umum Rencana Usaha
1.    Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan wirausaha ini dapat dimiliki oleh kelompok /memiliki partnership. Hal ini karena dalam program kewirausahaan ini, selain membutuhkan modal yang cukup besar, dibutuhkan pula partner yang berperan dalam proses produksi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program kewirausahaan ini direncanakan akan mengajak bekerja sama salah satu produsen sofa, khususnya sofa angin, di daerah Depok. Modal yang digunakan berasal dari dana yang diberikan oleh DIKTI.
2.    Text Box: Penanggung JawabStruktur Organisasi
Ø Penanggung Jawab
Penanggung jawab bertugas memimpin jalannya kewirausahaan ini dan bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam proses kewirausahaan baik produksi, pemasaran dan keuangan. Dalam hal ini adalah Ketua Pelaksana PKM-K ini.
Ø Bagian Produksi
Tugas utamanya berkaitan dalam hal proses produksi dari awal hingga akhir. Mereka terdiri dari SDM yang berasal dari partner.
Ø Bagian Pemasaran
Berperan memasarkan hasil produksi sofa dan menangani perjanjian-perjanjian mengenai produk dengan instansi lain.
Ø Bagian Keuangan
Mengelola pendapatan yang masuk dan keluar merupakan tugas utama bagian keuangan. Sedangkan tugas lainnya adalah menghitung laba, modal dan pengeluaran; menulis pembukuan; dan meramalkan biaya yang dibutuhkan pada setiap proses produksi.
3.        Sumber Daya Material
Bahan utama dalam pembuatan sofa angin modular yaitu Polyvinyl Chloride (PVC) dan beludru yang aman, nyaman, tahan air dan mudah dilipat.
4.        Sumber Daya Manusia
SDM yang dibutuhkan untuk produksi awal adalah para pengrajin sofa yang sudah terlatih dan berasal dari produsen sofa yang merupakan partner dalam kegiatan ini. Untuk ke depannya, setelah diperoleh keuntungan dari hasil penjualan produksi awal atau pertama tersebut, tidak menutup kemungkinan dilakukan training terhadap masyarakat umum sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka.
5.        Kompetitor
Dalam bidang wirausaha furnitur dan sofa ini, jumlah produsennya memang sudah banyak. Meski demikian, sofa angin modular ini adalah yang pertama dan belum pernah diproduksi sebelumnya. Kelebihannya, yaitu dapat dibongkar pasang dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna dapat memberi nilai lebih dalam pemasaran. Dengan demikian, dalam satu bulan, diperkirakan sofa angin modular ini sudah dapat bersaing di pasaran.
6.        Analisis Permintaan Pasar
Kemungkinan, pada awalnya permintaan yang masuk masih sedikit. Namun, setelah melakukan promosi dan dalam waktu sekitar sau bulan diperkirakan permintaan akan meningkat mengingat harganya yang ekonomis dan terjangkau. Sofa angin modular ini diprediksikan akan menjadi produk furnitur yang diminati oleh warga, dari setiap kalangan, terutama di wilayah perkotaan yang membutuhkan produk yang praktis, fleksibel, mudah dipindahkan, dibentuk dan nyaman digunakan.
7.        Analisis Ekonomi
Modal awal yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 5.000.000,00. Modal ini digunakan untuk membeli bahan baku berupa kain PVC dan Beludru yang terbilang tidak terlalu murah.

G.    Analisis SWOT
Ø  Strength:
Produk sofa angin memilik keunggulandalam segi kemudahan, praktis, dan tidak menyita banyak ruang saat penyimpanan. Sofaa angin ini dapat difungsikan menjadi tiga furnitur sekaligus, sebagai sofa tunggal, sofa reguler, dan tempat tidur runggal. Selain itu, penggunan udara sebagai pengisi sofa membuatnya dapat disimpan dengan praktis dan dapat digunakan dengan hanya menggunakan pompa tangan.
Ø  Weakness:
Sofa angin kami belum diuji dimensi dan kapasitas berat maksimal penggunanya.
Ø  Opportunity:
Sofa angin kami masih memiliki desain yang sangat sederhana. Proses pengembangan desain akan dilakukan beriringan dengan berjalannya program, seperti penggembangan bentuk segi enam atau bentuk puzzle. Inovasi desain ini akan sangat diminati oleh pasar karena membuat furnitur lebih unik dan tidak monoton
Ø  Threat:
Dengan berjalannya program, kami akn melakukan uji konstruksi furnitur dan uji laboratorium ergonomi untuk menguji keamanan sofa.

H.    Metode Pelaksanaan Program
Dalam pembuatan sofa angin modular ini, ada beberapa tahap yang ditempuh.
1.      Tahap Persiapan
Dalam tahap ini dilakukan pembuatan desain sofa dan mencari partner yang bersedia diajak bekerja sama melakukan percobaan pembuatan 20 unit sofa angin modular. Desain sofa angin tersebut adalah sebagai berikut.
Keterangan Ukuran:
Bagian Atas (bantal merah)     Bagian Bawah
-Panjang: 40 cm                                -Panjang: 36 cm
-Lebar    : 40 cm                               -Lebar    : 38 cm
-Tinggi   : 10 cm                               -Tinggi   : 20 cm

-Panjang: 40 cm
-Lebar    : 30 cm
-Tinggi   : 10 cm
 


Gambar 1. Desain Satuan Sofa Angin Modular (Travelling Mini Sofa)

Untitled.jpg
 



Gambar 2. Desain Satuan Sofa Angin Modular dengan Resleting Dikaitkan (Wind Pillow)

Gambar 3. Desain Sofa Angin Modular Setelah Dirangkai
(Relaxing Sofa)

Gambar 4. Desain Sofa Angin Modular Setelah Dirangkai
(Single Bed)

-  Mekanisme kerja sofa angin modular: dipompa menggunakan alat pompa seperti pada tensimeter yang dapat dipasang/dilepas
2.      Survei Lapangan Produksi
3.      Pembinaan terhadap Para Calon Pengrajin Sofa Angin Modular
4.      Proses produksi
5.      Pengenalan Sofa Angin Modular ke Pasar
6.      Perngembangan Produk
Dalam tahapan ini produsen akan mengusahakan untuk terus mencari jenis bahan yang paling hemat dan berkualitas. Dengan demikian, diharapkan usaha sofa angin modular ini terus mengalami perkembangan.
7.      Perluasan Cabang
Dalam tahap ini, perluasan daerah pendistribusian juga akan dilaksanakan. Pendistribusian tak hanya dilakukan di pusat produksi. Penyaluran hasil produksi sofa angin modular akan berusaha diperluas hingga menembus supermarket seperti  Hypermart, Giant, dsb.
8.      Pertahanan Kualitas
Fokus pada tahap ini adalah untuk mempertahankan kualitas sofa angin modular agar masyarakat merasa puas dan merasakan manfaatnya secara optimal. Loyalitas juga sangat diperlukan agar masyarakat tak hanya puas dengan kualitas produk, tetapi juga pelayanan.
            Target Pasar
a.       Masyarakat daerah perkotaan yang memiliki pemukiman sempit.
b.      Para traveler, backpacker atau semacamnya yang sering berpergian.
Penetapan Harga
Harga penjualan ditetapkan berdasarkan pada:
Ø Biaya bahan seperti kulit beludru dan upholstri yang habis selama satu minggu= Rp 977.200 : 7 hari = Rp 139.600/hari
Ø  Biaya investasi peralatan seperti alat press selama 5 tahun = Rp 3.700.000 : 5 tahun : 365 hari = Rp 2.000/hari
Ø  Biaya lain-lain selama satu bulan= Rp 554.000 : 30 hari = Rp 18.500/hari
Distribusi
Produk sofa angin modular ini didistribusikan kepada masyarakat melalui penjual furnitur dan beberapa agen yang sudah ter-link dengan partner.
Strategi Promosi
     - Pemasaran                                                                                                  
Ø  Bannerflier dan poster sofa angin modular
Banner, flier/, baliho, dan spanduk digunakan untuk mempromosikan dan mengenalkan produk sofa ini kepada masyarakat. Cara ini dilakukan dengan meletakkan beberapa standing banner di depan pintu tempat penjualan sofa; atau membagikan flier di daerah strategis yang banyak dijamah orang; dan menempelkan poster di tempat-tempat umum dengan  tujuan:
ü Masyarakat mengenal produk kami
ü Meningkatkan brand awareness di mata masyarakat
Ø  Online Shop (Toko Online)
Selain melalui media cetak, akan dibuat sebuah website khusus yang digunakan sebagai media publikasi dan pemesanan. Dengan demikian, proses publikasi dapat dilakukan secara maksimal hingga di ke luar daerah Depok. Untuk pelanggan yang membeli di luar Depok, produk akan dikirim melalui paket dengan dibebani biaya pengiriman.

I.       Jadwal Kegiatan Program
Jadwal pelaksanaan kegiatan program yang akan dijalankan adalah seperti pada tabel berikut.
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Program
No
Kegiatan
Minggu ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
Persiapan












2
Survey lapangan












3
Pembinaan Calon SDM












4
Produksi












5
Pengenalan Sofa Angin Modular ke Pasar












6
Perngembangan Produk












7
Perluasan Cabang












8
Pertahanan Kualitas













J.      Rancangan Biaya
Tabel 2. Rincian Dana Kebutuhan Program
.No
Jenis Kebutuhan
Jumlah
Biaya
1
Kesekretariatan:


Print, fotocopy,  jilid proposal
20 bendel
Rp  300.000,00
Print surat pengajuan partnership
30 lembar
Rp    30.000,00
Stempel
1 buah
Rp    10.000,00
Alat tulis kantor

Rp  150.000,00
2
Publikasi dan dokumentasi


Online Shop
Registrasi Domain
Rp  300.000,00
Poster dan Flyer
200 lembar
Rp  300.000,00
Iklan Radio

Rp  300.000,00
Banner

Rp  300.000,00
3
Training Praproduksi


Hand Out Materi
10 bendel
Rp    50.000,00
Konsumsi
20 buah
Rp  200.000,00
4
Material Produksi


Bahan Baku Utama (PVC dan Beludru)

Rp3.000.000,00
Kancing, Benang dan Resleting

Rp   500.000,00
Sewa Mesin Jahit dan Listrik

Rp   500.000,00
Upah Produksi
5 orang
Rp3.000.000,00
5
Transportasi dan Komunikasi

Rp1.000.000,00
Total
Rp9.940.000,00

K.    Nama dan Biodata Ketua Serta Anggota Kelompok
1.    Ketua dan Pelaksana Kegiatan
Nama Lengkap                       : Tiara Deysha Rianti
NPM                                      : 1006766163
Fakultas/Program Studi            : FT/Arsitektur Interior 2010
Perguruan Tinggi                     : Universitas Indonesia
Waktu dan Kegiatan PKM        : September – PKM-K

2.      Anggota pelaksana
Nama Lengkap                         : Anifatun Mu’asyaroh
NPM                                      : 1006668014
Fakultas/Program Studi             : FKM/Kesehatan Masyarakat
Perguruan Tinggi                      : Universitas Indonesia
Waktu dan Kegiatan PKM         : September – PKM-K

Nama Lengkap                         : Noarly Ayu Laksita
NPM                                       : 1006665731
Fakultas/Program Studi             : FKM/Kesehatan Masyarakat
Perguruan Tinggi                      : Universitas Indonesia
Waktu dan Kegiatan PKM         : September – PKM-K

Nama Lengkap                        : Rizki Purnamasari
NPM                                      : 1006700734
Fakultas/Program Studi             : FIB/Sastra Jepang
Perguruan Tinggi                      : Universitas Indonesia
Waktu dan Kegiatan PKM         : September  – PKM-K

Nama Lengkap                          : Junaidi Sidiq
NPM                                         : 1106015825
Fakultas/Program Studi               : FT/Teknik Sipil
Perguruan Tinggi                        : Universitas Indonesia
Waktu dan Kegiatan PKM           : September  – PKM-K

L.       Nama dan Biodata Dosen Pendamping
1.    Nama Lengkap dan Gelar      : Enira Arvanda, ST, M.Dipl.
2.    Golongan Pangkat dan NIP   :
3.    Jabatan Fungsional                 :
4.    Jabatan Struktural                  :
5.    Fakultas/Program Studi         : Fakultas Teknik
6.    Perguruan Tinggi                   : Universitas Indonesia
7.    Bidang Keahlian                    :           
8.    Waktu dan Kegiatan PKM    : September – PKM-K










Sumber Pustaka

Penataan Ruang Tamu. http://www.dnaberita.com/berita-68088-penataan-ruang-tamu.html  (4 September 00.13)


Malaria “Si Penyakit yang Setia Menghantui Masyarakat”, Mengapa Sulit Diberantas?


Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi titik utama perhatian dan pencapaian MDGs, yang terdapat di goal 6. Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit endemis Indonesia yang masih menghantui masyarakat dan sulit untuk dihilangkan. Mulai tahun 1990 – 1992, angka kejadian malaria sebenarnya telah menurun menjadi 1,83 per 1000 kelahiran penduduk. Namun, angka ini terus bergerak secara fluktuatif hingga menaik lagi pada tahun 2010. Dampak malaria tidak seburuk AIDS, tetapi masih saja menimbulkan banyak korban jiwa. Berdasarkan data Riskesdas 2010, kejadian malaria tertinggi terjadi pada balita, yaitu sekitar 23,9% dari total balita yang di Indonesia. Salah satu penyebab masih tingginya penderita malaria balita dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel  Pencapaian MDGs Goal 6.6
Menghentikan dan Menurunkan Insiden Malaria dan Penyakit Utama Lainnya
Indikator
Data MDGs (*)
Status
6.6
Angka insiden dan kematian akibat malaria (per 1000 penduduk)

6.6a
Angka insiden malaria (per 1000 penduduk)
1,85 (MOH 2009);
2,4% (Riskesdas, 2010)
On track
-     Insiden malaria di Jawa dan Bali
0,16 (API, MOH 2008)
On track
-     Insiden malaria di luar Jawa dan Bali
17,77 (API, MOH 2008)
On track
6.7
Proporsi balita yang tidur dengan kelambu berinsektisida
3,3% (BPS, 2007)
Pedesaan: 4,5% (BPS, 2007)
Perkotaan: 1,6% (BPS, 2007); 7,7% (Riskesdas, 2007); 16,0% (Riskesdas, 2010)
Need Special Attention
6.8
Proporsi balita demam yang diberi obat antimalaria yang tepat
21.9% (Riskesdas, 2010)




Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa indikator 6.6a sedang dalam tahap menuju pncapaian. Namun, pencapaian indikator 6.7, yaitu proporsi penggunaan kelambu berinsektisida pada balita masih rendah sehingga membutuhkan perhatian dan solusi pemecahan yang tepat. Rendahnya penggunaan kelambu pada balita, baik di perkotaan maupun pedesaan, sebagai salah satu media pencegahan malaria ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap masih tingginya angka kejadian malaria di Indonesia.
Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mencapai goal 6 ini adalah masih kurang dan tidak efektifnya aksi pencegahan terhadap malaria, yang terbukti dari: rendahnya implementasi surveilens epidemiologi di berbagai daerah; kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan kontrol terhadap vektor penyakit (nyamuk Anopheles); serta terbatasnya sarana dan sistem informasi sehingga tidak mampu menjembatani pemahaman masyarakat di level komunitas dan keluarga mengenai upaya pencegahan malaria yang tepat. Selain itu berdasarkan data Riskesdas 2010, proporsi pemanfaatan fasilitas pemeriksaan darah malaria oleh rumah tangga di pedesaan dan perkotaan masing-masing hanya sebesar 16,8% dan 13,5%. Hal ini menunjukkan bahwa selain kurangnya kesadaran terhadap upaya pencegahan, atensi dan deteksi dini terhadap penyakit di level keluarga serta kemauan untuk menggunakan pelayanan kesehatan juga masih rendah sehingga munculnya malaria seringkali terlambat disadari, terutama pada balita.
Untuk mengatasi tantangan di atas, diperlukan solusi yang bersifat promotif dan berkesinambungan sehingga dapat diterapkan menjadi suatu kebiasaan oleh masyarakat. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan fungsi PKK, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Posyandu dengan terlebih dahulu menjalin kerja sama antara petugas kesehatan dengan tokoh masyarakat (Toma) dan LSM daerah setempat.
Toma akan mengajak para ibu untuk rajin berkonsultasi melalui ketiganya. PKK berfungsi sebagai sarana penyuluh dan pengasup pengetahuan kesehatan keluarga melalui ibu. Poskesdes berfungsi sebagai penyedia materi dan media informasi bersifat promotif dan edukatif (melalui poster, iklan kesehatan, perpustakaan kesehatan mini, dll) yang bersifat berkala dan inilah yang membedakannya dengan Puskesmas yang bersifat kuratif. Jadi, secara rutin diberikan materi dan peragaan terkait kesehatan kepada para ibu, terutama tentang penyakit dan cara pencegahannya. Misalnya mengenai malaria, diberikan materi tentang habitat Anopheles, cara penularan, pencegahan, penggunaan kelambu/insektisida dan pengetahuan tentang mengenali gejala penyakit. Selain itu, sebagai penarik minat masyarakat, pada beberapa pertemuan dapat diselipkan pemberian media preventif gratis, seperti kelambu anti nyamuk, bubuk abate, dll. Terakhir, pemilihan Posyandu sebagai sarana intervensi didasarkan pada angka kasus malaria terbesar yang terjadi pada balita. Jadi, selain penimbangan dan imuniasi, alangkah baiknya dilakukan pula semacam FGD ibu untuk memantau pengetahuan kesehatan mereka.
Upaya di atas memang memerlukan banyak tenaga kesehatan, kader dan dana. Namun, hal tersebut tetap mungkin untuk direalisasikan karena keterbatasan SDM dapat diatasi dengan kerja sama antara pemerintah daerah dengan LSM dan mahasiswa kesehatan di daerah setempat/terdekat. Sedangkan untuk permasalahan dana dapat diatasi dengan optimalisasi 15% anggaran kesehatan dari APBN. Adanya desentralisasi sebetulnya dapat mempermudah terwujudnya upaya pencegahan malaria terutama di daerah-daerah endemis. Namun, semua ini kembali kepada pola kepemimpinan di setiap daerah yang belum semuanya terbuka terhadap masukan baru dikarenakan masih adanya pengaruh adat istiadat, tradisi dan pola pemikiran daerah setempat. Ketidakterbukaan inilah yang di beberapa daerah, masih menjadi hambatan bagi terlaksananya upaya-upaya kesehatan masyarakat yang lebih baik.


Sumber:
Ministry of Development Planning Report on the Achievement of MDGs Indonesia 2010. Ministry of Development Planning/Bappenas. 2010: hal.86

Anifatun Mu'asyaroh 
Biostatistika 2010
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia


Aplikasi Pertama yang Dibuat dalam Mata Kuliah Pemrograman Komputer

Hello, bloggie...

Lama tak jumpa, ya! Haha... Oh, iya, tenang saja meski gue tingkat akhir gue sudah bertekad tidak akan berbagi kisah tentang perjalanan gue dalam menempuh dan merampungkan skripsi gue. Ahahai... Jadi, daripada kosong melompong begini, mendingan gue corat-coret lo dengan sesuatu deh, ya. 

Semester 5 lalu, gue ingat sekali gue pernah membuat sebuah aplikasi sangat sederhana yang dapat menghitung Indeks Masa Tubuh. Aplikasi ini sebenarnya suatu hasil kerja kelompok di mata kuliah Permrograman Koomputer. Di sini gue satu kelompok dengan Ria dan Nono, meski pada praktiknya, gue paling berisik dan cerewet dalam mengutak-atik aplikasi ini, yang membuat dosen gue sebal karena gue terlalu suka nyaut dan tidak patuh terhadap perintahnya.

Kalau mau download aplikasinya bisa loh download di sini

Aplikasi super sederhana ini dibuat sebelum UTS dan sebagai salah satu tugas UTS juga, dengan menggunakan software Visual Basic. Ada yang pernah mengoperasikan software ini? Seru loh. Ada semacam coding gitu di dalamnya. Kalau formulanya benar, aplikasinya bisa dioperasikan. Namun, kalau ada satu saja karakter yang kurang atau salah formulasi, beuuuuh... bug debug debug, bakal gagal atau tidak bisa dijalankan lah aplikasi itu. Dari mata kuliah Pemrograman Komputer ini, gue jadi tahu bagaimana suka duka seorang programmer. Keren sekali memang programmer itu.. <3 p="">

Oh, iya. Kalau ada yang pengen lihat bagaimana formulanya bisa download di sini lagi. Namun, lo harus sudah meng-instal software visual basic dulu untuk dapat melihat file ini, :D

Eh, tapi... Lucu kali yah, kalau gue copy formulanya di sini? Biar sekalian nyampah gitu, ehehehe.... Tadaaaaaa!!!! Ini formulanyaa
Option Explicit
 Dim BB As Single
 Dim TB As Single
 Dim IMT As Single

Private Sub Check4_Click()
 outputNama.FontUnderline = Check4.Value
End Sub
Private Sub Check6_Click()
 outputNama.FontSize = 16
End Sub
Private Sub cmdBersihkan_Click()
 TanggalCetak.Caption = ""
 JamCetak.Caption = ""
 Diet.Caption = ""
 Penyakit.Caption = ""
 kategoriUmur.Caption = ""
 outputNama.Caption = ""
 outputNomor.Caption = ""
 comboDiet.Text = ""
 comboUmur.Text = ""
 Nama.Text = ""
 Nomor.Text = ""
 txtBB.Text = ""
 txtTB.Text = ""
 txtIMT.Text = ""
 outputIMT.Caption = ""
 List1.Clear
 comboDiet.SetFocus
End Sub
Private Sub cmdCetak_Click()
 TanggalCetak = Now
 JamCetak = Now
 JamCetak.Caption = Format(JamCetak, "hh:mm:ss")
 TanggalCetak.Caption = Format(TanggalCetak, "dddd, dd mmmm yyyy")

 outputIMT.Caption = txtIMT.Text
 Diet.Caption = comboDiet.Text
End Sub
Private Sub cmdHitung_Click()
 Dim IMT As Single
 'Baca isi dari Textbox
 BB = Val(txtBB.Text)
 TB = Val(txtTB.Text)
 IMT = BB / ((TB * TB) / 10000)
 txtIMT.Text = Format(IMT, "##.##")
 outputIMT.Caption = txtIMT.Text
 outputIMT.FontBold = True
 outputIMT.FontSize = 14

 Select Case IMT
 Case 1 To 16.99
  Label17 = "Sangat Kurus"
 Case 17# To 18.5
  Label17 = "Kurus"
 Case 18.51 To 25#
  Label17 = "Normal"
 Case 25.01 To 27#
  Label17 = "Overweight"
 Case Else
  Label17 = "Obesitas"
 End Select
End Sub
Private Sub cmdSelesai_Click()
End
End Sub
Private Sub cmdTambah_Click()
 outputNama.Caption = Nama.Text
 outputNama.FontSize = 14
 outputNomor.Caption = Nomor.Text
 kategoriUmur.Caption = comboUmur.Text
End Sub
Private Sub Command1_Click()
 List1.AddItem comboDiet.Text
 comboDiet.SetFocus
End Sub
Private Sub Check2_Click()
 outputNama.FontItalic = Check2.Value
End Sub
Private Sub Check5_Click()
 outputNama.ForeColor = vbWhite
End Sub
Private Sub Command2_Click()
 List1.RemoveItem List1.ListIndex
End Sub
Private Sub Form_Load()
 'Isi comboUmur dengan kategori umur
 comboUmur.AddItem "<2 aduta="" br="" tahun=""> comboUmur.AddItem "2-19 tahun (Belum Dewasa)"
 comboUmur.AddItem ">=20 tahun (Dewasa)"

 'isi comboDiet dengan jenis diet
 comboDiet.AddItem "-"
 comboDiet.AddItem "Diet TKTP"
 comboDiet.AddItem "Diet Ginjal/Rendah Protein"
 comboDiet.AddItem "Diet Rendah Gula"
 comboDiet.AddItem "Diet Rendah Lemak"
 comboDiet.AddItem "Diet Luka Bakar"
 comboDiet.AddItem "Diet Rendah Garam"
 comboDiet.ListIndex = 0
 End Sub
Private Sub Check3_Click()
 outputNama.FontStrikethru = Check3.Value
End Sub
Private Sub Check1_Click()
 outputNama.FontBold = Check1.Value
End Sub
Private Sub opIdeal_Click()
 outputIMT.ForeColor = vbBlack
 outputIMT.BackColor = &H80C0FF
End Sub
Private Sub opInap_Click()
 outputNomor.ForeColor = vbWhite
 outputNomor.FontBold = True
 outputNomor.FontSize = 14
End Sub
Private Sub opJalan_Click()
 outputNomor.ForeColor = vbBlack
 outputNomor.FontBold = True
 outputNomor.FontSize = 14
End Sub
Private Sub opL_Click()
 outputNama.BackColor = &HFFFF00
End Sub
Private Sub opP_Click()
 outputNama.BackColor = &HFF00FF
End Sub
Private Sub optionBedah_Click()
 Label6.Caption = "(*)Pasca-Bedah"
End Sub
Private Sub optionTidakBedah_Click()
 Label6.Caption = ""
End Sub
Private Sub timDisplay_Timer()
 Dim HariIni As Variant
 HariIni = Now
 lblHari.Caption = Format(HariIni, "dddd")
 lblTanggal.Caption = Format(HariIni, "dd")
 lblBulan.Caption = Format(HariIni, "mmmm")
 lblTahun.Caption = Format(HariIni, "yyyy")
 lblJam.Caption = Format(HariIni, "hh:mm:ss")
End Sub

Nah, dengan sedikit rumus di atas dapat dibuat sebauh tampilan aplikasi semacam ini. Aplikasi ini dapat diisi dengan informasi sesuai dengan variabel yang tersedia. 



Setelah diisi dan diklik-klik tombol eksekusinya, akan muncul seperti ini.

Wahahahaaa... Itu IMT saya saat ini, ketika sedang mengerjakan skripsi. :"D


Wednesday, 5 March 2014

Di Siang Bolong

By the way, tadi aku memimpikan kamu, itu, dia, dan beberapa orang asing. Tokoh utamanya kamu dan itu. Itu melakukan hal yang tidak-tidak kepadamu dan aku saksinya. Lalu kamu marah.

Aku pergi dan menumpang sholat berjamaah di mushola antah berantah sama orang asing berbahasa Melayu. Pas selesai sholat ada surat permintaan maaf dari itu untuk kamu, yang disusun oleh dia dengan bahasa khasnya dia.

Isinya tentang pengakuan dan alasan itu, kenapa selama ini, itu bertindak begini dan begitu. Selain itu, jda namaku dan anak *piiip* lain juga disebut di dalamnya. Di sini, dia menjadi penengah dan berperan dalam menyelesaikan masalah. Surat dari itu benar-benar sangat panjang, sekitar 8-10 halaman. Akhirnya, kamu yang marah, pun, tetiba menghilang.
***

Oh iya, jadi kronologinya seperti ini.

Awalnya aku sedang ngobrol sama kamu sambil jalan-jalan. Di jalan, aku melihat itu lagi lesehan di depan teras. Teus aku mengajak kamu menemui itu. Aku mau bilang ke itu kalau aku galau mau milih yang mana. Aku berkata seperti ini ke itu, "Hmmm, aku galau antara SC, jadi staf perlapmu (entah acara apa, namanya aja mimpi) atau nggak menerima keduanya, fokus skripsi aja." Kamu ikut ngobrol juga denganku dan itu. Namun, aku yang lebih banyak bicara. Tidak. Kamu yang lebih banyak bicara.

Lalu, di suatu topik, tetiba itu marah, meninggikan suara ke kamu dan juga ke aku. Itu mendekat kepadamu dan terlihat seperti akan melakukan sesuatu hal kepadamu. Hal yang selama ini hanya aku saksikan dari drama dua dimensi, tak pernah di depan mata. Aku kaget pastinya, tapi tidak mampu berekspresi.

Aku terlalu tak mau melihat dan langsung pergi. Aku singgah ke mushola, yang telah aku datangi terlebih dahulu, sebelum kamu dan aku menemui itu. Di sana, aku bertemu dengan orang-orang asing berpakaian dan berbahasa tidak familiar, yang bingung dalam menentukan siapa yang akan menjadi imam sholat mereka. Sejak aku pertama ke mushola itu, jam 12.00, hingga hampir jam 14.00, mereka tidak juga menemukan imam yang cocok menurut mereka. Lelah menanti, entah bagaimana, akhirnya sholat pun dimulai. Di tengah sholat, tetiba lantai mushola menjadi miring ke depan. Hal ini membuatku sedikit tergelincir ketika ruku' dan beberapa kali nyaris terjongkong ke depan. Namun, ketika sholat selesai, lantai kembali mendatar tanpa miring sedikit pun. Aneh? Memang. Ini mimpi.

Setelah sholat, aku menemuimu. Kamu menunjukkan sesuatu. Ternyata, itu adalah surat tebal yang itu tinggalkan di depan kasir kantin. Aku terheran, mengapa itu bisa menulis surat sepanjang itu, dengan waktu secepat dan tulisan serapi itu? Aku memutuskan untuk membukanya. Kamu sudah menghilang lagi, entah ke mana.

Oh iya! Sebelum kamu pergi dan menghilang, kamu bilang begini ke aku, "Mba, kamu nggak marah ke aku, kan? Aku nggak tahu maksud dia apaan dengan bertindak kayak begitu. Aku sebel banget sama dia. Mba An cemburu, ya? Serius mba aku nggak ada apa-apa dan nggak tahu apa-apa. Dia jahat banget sumpah!" Dan, kamu pergi, tanpa membaca surat itu. Aku terbengong dan membatin, "Ini semua maksudnya apa???"

Aku membaca dengan teliti, surat permintaan maaf yang panjang itu. Tetiba, aku juga ikutan marah. Sebenarnya, itu menuliskan banyak hal, tentang bagaimana itu menyebali orang-orang yang berisik di dunia maya, tentang rumah keduanya yang tidak lagi menyenangkan, tentang orang-orang di sini yang menurutnya aneh, tentang setiap alasan yang membuatnya berubah menjadi seaneh dan semisterius ini. Namun, hal yang membuatku marah hanya satu: Itu salah dalam menuliskan nama lengkapku. Entah kenapa, hal itu membuatku sangat marah. Namun, aku menyimpulkan banyak hal dari ini.

Di antara pengakuan-pengakuan yang ditulis tangan itu, itu menyelipkan ucapan maaf. Itu tidak melakukan itu benar-benar untuk membungkam kamu yang terlalu berisik, tetapi untuk mengusir aku yang terlalu terlihat menyedihkan. Itu meminta maaf sekali. Selain itu, ada juga tulisan tangan dia, si tritagonis yang bermaksud mendamaikan kalian berdua. Tulisannya pun rapi, agak besar-miring ke kanan, dan terlihat begitu sopan-tertata, sangat mencerminkan isinya.

Kamu tahu? Entah mengapa, aku merasa lega, meski sempat marah karena itu salah mengeja namaku. Aku tidak tahu apa maksud dari isi surat ini, tentang penjelasan alasan itu melakukan hal itu kepada kamu, dan semuanya. Namun, entah mengapa rasa lega itu menjalar menenteramkan keingintahuanku.

Aku sebenarnya tidak tahu apa yan terjadi antara kamu dan itu. Apa yang itu lakukan kepadamu setelah tiba-tiba mendekatkan diri kepadamu, menciptakan angle yang tidak baik untuk dilihat? Apakah hal yang seperti dalam drama betul-betul terjadi? Dan apa yang sebenarnya terjadi setelah aku pergi? Aku tidak terlalu peduli. Namun, surat darinya ini...begitu membuatku ingin berhenti.

***

TERNYATA INI SEMUA HANYA MIMPI DI SIANG BOLONG!
Jangan-jangan, aku mimpiin ini karena kamu suka cerita tentang tweet dan keanehan dia. Terus alam bawah sadarku membuat cerita fiksi tentang kalian, hmmm. Lucunya, pas bangun, aku lihat ada WA darimu. Hwahaha. Langsung ketawa guling-guling di kasur, tanpa mikir!

Sering begitu memang, memimpikan orang, abis itu orangnya nge-WA.

Dan ketika aku menceritakan ini kepadamu, kamu pun terpingkal-pingkal menanggapi lewat tulisan, "Ini hari paling super mba nugas ditemani cerita darimu
Ceritane rampung, tugase rampung."

What a ridiculous dream!!! --"

Cast:
Aku sebagai aku
N sebagai kamu
NN sebagai itu
W sebagai dia

Tuesday, 25 February 2014

Di Kelas Biostat Dasar, A201

Setiap angkatan, memang beda-beda kebiasaannya. Haha. Ini anak-anak FKM 2013 yang lagi mengerjakan tugas praktikum kelas Biostatistika Dasar. Mereka lebih suka mengerjakan tugas sambil lesehan. Yep! Selain faktor ruangan yang memang sempit, bisa jadi faktor kenyamanan juga membuat mereka lebih suka ngeleseh. Ini sedang mitinggal dosennya. Namun, meski dosen sedang di dalam kelas pun mereka tetap ngeleseh, haha.

Serba-serbi di tingkat akhir, sembari ngasdos, sembari refreshing dan mengenang masa maba. Haha.

Saturday, 15 February 2014

Yeay!!!
Dia,
Memperoleh peran sebagai pengamat,  penurut dan pelaksana, bukan pengomentar dan pemberi keputusan.
Yeay!!!
Dia,
Menuliskan pun sebaiknya hanya tentang kesediaan dan ketepatan, bukan tentang keinginan atau kebebasan.
Yeay!!!
Mereka,
Dijatuhi peran sebagai penyuara dan pencipta suasana, bukan pemalu dan peragu: akankah melangkah maju atau mundur sekalian.
Yeay!!!
Mereka,
Dibiasakan oleh masa untuk menuliskan kabar bahagia dan (katanya) bermakna kepada dunia, tentang rencana yang niscaya diekori kebahagiaan semua kepala. 

Mengapa dia tergambarkan semacam penguin bisu tak bisa terbang yang kesepian dan terikat tali kekang, sedangkan mereka bak buruk merak jantan berekor pelangi pagi hari yang siap terbang dan menyapa para pemberi pujian?

Yeay!!!
Haruslah diingat dengan baik
Perjalanan ini,
Terporsi dengan baik dan pasti segera datang masa-masa di mana yang diam akan segera bersuara,
pun pasti akan segera hadir detik-detik di mana yang berisik akan bungkam (karena lelah bicara)
Yeay!!!
Perjuangan ini,
Terbayar dengan setimpal, oleh kejayaan atau peringatan, yang sama bagi keduanya, entah berkoar, entah berdiam.
Tergaransi-terasuransi tak habis, tak terbatas, hingga tercapai benar ci(n)ta di genggaman tangan keduanya, sama rela-sama percaya.

Lantas mengapa masih menggelungkan diri dalam kepulan kata-kata pembeda, peninggi satu sisi, perendah satu sisi lain yang seolah-olah korban kelaliman?

Iri dan dengki,
betapa terkadang dua api dingin ini membutakan pandangan, membebalkan otak dan pikiran, menyelewengkan pilihan kata pengucapan menjadi tak mengenal nilai kemanusiaan.

Tuesday, 11 February 2014

Terima Kasih Mas Indra

Pada suatu malam di semester 3 gue, Mas Indrawan Puspa Negara bilang, "Jenengmu Anifatun? Koe? Anifatun? Deneng maen temen jenengmu? Ujarku Anifatun udu kayak koe wonge. Jebule koe sing jenenge Anifatun? Kemaenen jenenge."

Terima kasih mas Indra. Berkat Anda, gue jadi lebih menyukai nama gue sendiri. Kali ini, gue tidak akan menyertakan "meski" karena nanti dikira berpikir negatif. Namun, sungguh, gue jadi lebih bangga dengan nama gue ini. Memang, sebelumnya, gue rada kurang pede dengan nama gue. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang merasakan kesulitan ketika menuliskan atau mengucapkan nama gue. Alhasil, nama gue sering diselewengkan menjadi nama lain. Beberapa nama selewengan yang gue ingat adalah "Animaltun oleh Fajar Adhi Hartanto", "Animonster oleh Ratna Prabawati Nopiutami", "Anikita Willy oleh Huge Djendra Yuningrat", "Anipacul MasyaAllah oleh Danang Swastiko", dan "Afinatun Maesaroh oleh (Alm) Bu Reni".

Dulu, gue menganggap sapaan mereka sebagai nama ejekan atau bully-an, kecuali R.P. Nopiutami yang memanggil Animonster karena gue dulu suka anime dan adanya majalah Animonster, juga (alm) Bu Reni yang memanggil gue Afinatun karena murni faktor kesulitan pengejaan. Namun, setelah malam itu, setelah mas Indra bilang itu, gue tidak lagi merasa "gimana gitu" dengan segala nama julukan yang diberikan ke gue. Gue malah merasa, gue dianggap dekat dan spesial oleh mereka yang memanggil gue dengan "nama spesial". Misalnya "Ani-chan oleh Fauziah Nurmala Sari", "Aniooo oleh Ayu Sya'bani Wulandari MD", "Anyeong Haseo oleh Imam Ahmadi", atau "Anichun oleh Hari Purwito".

Terima kasih, untuk membuat saya tersadarkan tentang keindahan nama saya, mas Indra.
Semoga kehidupan Anda senantiasa selalu menyenangkan dan membuat orang lain seneng.

Friday, 7 February 2014

Tentang Bersyukur

Kata Junaidi Sidiq, ada kalanya sesuatu harus hilang dan pergi agar kau tahu lagi bagaimana caranya berusaha mendapat sesuatu yang sama baiknya atau yang lebih baik.
Kata Maghfirotun, sering kali kita menyadari betapa indahnya nikmat, justru ketika nikmat itu sudah (akan) pergi.
Kata mas Wiyogo Prio Wicaksono, marilah kita bersyukur dengan perbuatan...

Alhamdulillahirobbil'alamin.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Astaghfirullohal'adziim,
Berpuluh tahun kehidupan ini selayaknya diisi dengan berterima kasih dan berbagi kebaikan, alih-alih berolah kata dan meronce alasan. Perjalanan Tafakur Alam di hari Senin (3 Februari 2014) lalu dan post Indra Darmawan di blognya yang berjudul (Syukur vs Kufur), pun dari cerita Maghfi di acara tersebut betul-betul menyentil batin.
Mengapa harus mengeluh ketika fakta tidak sejalan dengan rencana? Mengapa harus menanti diterpa coba agar kita teringat akan-Nya? Mengapa menangis berlebihan, ketika kehilangan suatu hal yang sebetulnya pasti akan diganti dengan hal yang lebih baik dan dipersiapkan dengan tepat oleh-Nya untuk kebahagiaan kita?
Syukur, syukur, mari mensyukuri setiap kejadian Ani, sebab sesungguhnya nikmat-Nya tak pernah habis, mengalir sepanjang masa. Mengeluh, jika dibahasa kasarkan, memang seolah-olah seperti sebuah keberanian tak tepat dalam menyatakan kekecewaan atas skenario yang dibuat-Nya. Dan dari apa yang dikatakan Indra dalam post-nya, dapat diketahui bahwa mengeluh itu tergolong ke dalam tindakan kufur. Na'udzubillahi min dzalik :(
Seram. Seram. Seram.
Terkait dengan post gue sebelumnya, yang berjudul Update dan Cari Perhatian, yang meski muatannya lebih ditekankan pada sebuah pembelaan dari seorang miskin bicara, tetapi ternyata ini tak lain halnya juga sebuah keluhan. Respons akan kekurangsetujuan yang disementasikan dalam kata-kata yang tidak berani untuk disampaikan.
Seharusnya, gue mampu menyikapi opini teman-teman sebagai suatu hal positif, masukan untuk kebaikan diri para orang yang potensial mengeluh. Bukannya, ngeles, ngalor ngidul dan pada akhirnya tidak menemukan titik temu antara masalah dan alasan yang dibuat. Seharusnya gue bersyukur, berkesempatan dipertemukan dengan  orang-orang yang bersedia berbagi saran dan pengetahuan, juga mengingatkan. :)
Terkait segala hal yang diperoleh, terjadi dan dilimpahkan pada kita, sudah pasti seharusnya disyukuri, tak hanya di lisan tapi juga dalam perbuatan. Pun dalam bersyukur, berterima kasih baiknya tak mengenal lelah, tak diganduli rasa terpaksa dan mungkin amarah. Ikhlas. Meski pada hakikatnya, kata Nufiqurakhmah, keikhlasan kita hanya Allah yang dapat menilainya dengan teliti, tetapi sudah seharusnya syukur dan terima kasih dilakukan dari hati tanpa niat untuk dipuji.
Ani!!! Ayo meminimalisasi mengeluh dan merendahkan diri. Ayo memaksimalkan berbuat hal kebaikan yang tak diekori keluh kesah!!! :D
Ayo Ani!!! Bersyukur di setiap waktu. Ketika bahagia maupun berduka. Ketika lepas cobaan, ketika tengah dibanjiri tawa, atau ketika melakukan rutinitas biasa saja. Sebab, hal yang biasa saja tersebut, ketika tetiba kita tidak dapat melakukannya atau mendapatkannya lagi, barulah kita rasakan betapa yang biasa itu sesungguhnya sesuatu yang luar biasa, yang meski berulang-ulang tapi sangat pantas dirindu-disyukuri. :D

Wednesday, 5 February 2014

KLB

Gue baru membajak akun seseorang. Uhn... mungkin bukan membajak karena apa yang gue lakukan tidak melalui serangkaian prosesi hacking dan tanpa menyalahgunakan kesempatan gue untuk menulis-mengirimkan hal yang tidak-tidak. Gue hanya berhasil menebak password akunnya. Di sini pun, gue murni hanya melihat-lihat apa saja yang dilakukan oleh orang itu di akunnya. Oleh karena itu, gue menyebut ini sebagai suatu tindakan Kepo di Luar Batas (KLB)

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya gue melakukan KLB terhadap orang tersebut, melainkan sudah sejak berbulan-bulan yang lalu. Meski demikian, gue tidak rutin melakukan KLB ini karena kata Roland, kepo itu harus sesuai aturan. Awalnya, hal yang membuat gue tertarik melakukan KLB ini adalah iseng. Iseng ingin mengetahui bagaimana sikap orang tersebut terhadap orang lain. Apakah dia sosok yang adil dalam membagikan perhatian? Apakah dia begini, begitu seperti yang dibicarakan orang?

Namun, bukannya membuat rasa ingin tahu gue terpuaskan, KLB ini justru memunculkan perasaan bersalah yang entah kenapa baru sekarang kemunculannya semakin terasa. Gue memperoleh fakta lebih dari apa yang gue ingin tahu. Gue menjadi tahu bahwa gue bukanlah siapa-siapa dibandingkan siapa-siapa yang dia curahkan kelebihan perhatian kepadanya. Gue mengetahui sedikit problema yang seharusnya tidak diketahui dan dibagikan ke orang-orang, kecuali muncul sendiri dari pengakuannya. 

Gue merasa bersalah sekali, tetapi gue tercerahkan karena pertanyaan gue tentang dia yang misterius hampir seluruhnya terjawab. Gue yang tidak mampu memprediksi arah pemikiran dan tindakannya, kini sedikit mengerti latar belakan setiap keputusan yang diambilnya. Gue mampu memahami bahwa dia begitu memikirkan setiap detail tanggung jawab yang dipegangnya. Gue pun mengerti bahwa tidak seharusnya gue melanjutkan KLB ini untuk ke depannya karena ini benar-benar tidak manusiawi mencuri lihat apa yang seharusnya tidak dilihat.

Atas segala kesalahan mendaratkan perhatian dan kekhilafan saya, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban. Maaf, ya.... :(


Tuesday, 4 February 2014

Update dan Cari Perhatian

Kata Umam, orang yang sering meng-update setiap hal yang dialaminya ke dalam jejaring sosial mungkin karena mereka ingin memperoleh perhatian. Pernyataan tersebut membuat gue bertanya-tanya, "Jangan-jangan gue termasuk ke dalam orang-orang yang (terkesan) suka mencari perhatian?"

Pernyataan itu muncul pada saat Amel bertanya, "Apa yang harus aku lakukan ketika menghadapi orang yang begitu suka mengeluh?"

Apakah saat ini, sering update status identik dengan suka mengeluh? Pasalnya, gue memang sering sekali update dan men-tweet. Setelah dipikir-pikir, muatannya memang terkadang berupa kritikan atau rangkuman kejadian selama sehari. Samakah dengan mengeluh?

Tidak hanya status dan tweet, blog pun disebut-sebut sebagai wahana lain untuk curhat atau mengeluh oleh seorang adik kelas, Juned. Dia mengatakannya lewat twitter. Nah! Bukankah hobinya juga mengritik di jejaring sosial?

Selain itu, di dunia nyata, ketika gue bercerita, muatan cerita gue dibilang terlalu pesimis. Gue melakukannya tanpa sadar sebenarnya. Kata mereka, gue terlalu terbiasa memprediksi hal terburuk dari suatu rencana di samping memikirkan hal baik yang akan dicapai. Pemikiran realistis gue menurut mereka bergeser ke arah pemikiran negatif yang diwarnai pesimis dan rasa sensitif berlebih sehingga berakibat buruk pada suasana obrolan atau parahnya pada suasana hati dan semangat orang lain.

Gue memang sangat terlalu mendengarkan dan mempertimbangkan apa kata orang lain. Oleh karena itu, gue parno jangan-jangan apa yang gue lakukan selama ini begitu mengganggu mereka sampai-sampai banyak yang kurang suka dengan sifat gue?

Roland pernah bilang, jangan terlalu mendengarkan apa kata orang. Kalau Tiara lebih menekankan untuk menjadi diri gue sendiri, temukan hidup gue dan jangan cari perhatian. Hal ini membuktikan bahwa gue terlalu menuruti dan ingin menjadi apa yang seharusnya, seperti yang orang lain katakan.

Bukankah ini yang sebaiknya dilakukan? Atau selama ini gue salah mengartikan? Haha! Lihat? Gue masih sangat seperti bocah.

Setelah gue menyelami diri gue selama beberapa saat, memang inilah gue. Gue yang terbiasa karena dibiasakan untuk mengabulkan permintaan orang lain. Gue yang sejak mampu membaca dan menulis lebih terbiasa dan berani meminta, berbicara, memecahkan masalah, meminta maaf dan berterima kasih melalui kata-kata tertulis, entah SMS, surat kecil, gambar dan alur, chatting hingga status dan tweet.

Gue memang sulit menyuarakan pikiran. Pilihan kata gue di dunia pelafalan lebih sedikit dibandingkan di dunia penulisan. Ini yang membuat gue lebih sering menyampah di jejaring sosial, yang justru terbaca sebagai keluhan, kritikan, opini salah paham atau perlawanan yang tidak tersampaikan lewat ucapan.

Sebenarnya, jujur gue tidak terlalu suka eksis dan pamer atau semacam mencari perhatian. Hanya saja memang metode "berpikir dan menuliskannya yang terlalu sering seperti itu" lebih terkesan bersifat atau bertujuan demikian. Sebab ia tercetak, lebih mendetail, tidak mungkin salah dengar kata, dan tidak memiliki intonasi pengucapan. Artinya, setiap pembacanya bebas memaknai dan menciptakan intonasinya sendiri. Namun, sekali lagi saya katakan, sebagai salah satu orang yang sering update status, gue menulis sering kali dengan tanpa ada niat untuk melulu mengeluh, eksis dan mencari perhatian, melainkan begitulah cara ternyaman gue dalam berpendapat.

Jadi malu deh -,-
Sudah tua, tapi cara berpikir gue dan topik pikiran gue masih berkutat pada ini-ini saja.

Sunday, 26 January 2014

Oleh-oleh dari Brownies dan Metana (1)

Terlalu sayang untuk dibuang dua helai kertas ini. Takut hilang, sehingga saya menuliskannya kembali...
Mungkin ini terlihat bodoh karena membuka kartu sendiri. Dan bagi beberapa atau mungkin kebanyakan temanku, isi dari kertas-kertas ini bersifat pribadi dan rahasia. Kenapa aku tidak? Tidak tahu lah.
Saya tegaskan tidak ada maksud pamer, caper atau apaaa dengan menulis catatan ini... Hehe *perasaan pendahuluanne wis mlewer-mlewer temen ya? Serius! Ini serius, hehehe*

Refleksi Kelas X
diperoleh saat sekitar 3-4 minggu setelah masuk SMA
Ani itu...
-Ngga' pelit (my best chairmate)
-Pendiam (personil duo dangkal)
-Pendiam (personil duo dangkal)
-Pinter (corong, ;p)
-Mandan cerewet! (Hidane tehe)
-Suka ngobrol (sobatku yang nomor absennya selalu di atasku)
-Pinter (cewe yang sekarang juga praja IPDN)
-Lumayan bersahabat (penghuni pojok paling sering)
-Asyik (fans berat Cakka Icil)
-Aneh orangnya (master komputer brownies)
-Pinter (Betasonde)
-Biasa aja (tukang tidur)
-Biasa sasaja (pacul!!)
-Ceriwis (teajus, teh botol sosro)
-Nyelelek tapi baik (icha icha di dinding)
-Biasa aja (TePe)
-Diam/kalem (benzena, :p)
-Bersahabat (istri hitler yang berdarah-darah, hehe)
-Pendiam (miss Ikoto Pikorino)
-Calm (caesar brownies)
-Aja cengeng ya, ning pinter bgt (opang, my motivator, :D)
-Baik, mau b'bagi, pinter (my best friend, si genter)
-Pinter, rajin, mau b'bagi (ucup)
-Pinter, mau nyontoni (haha, Abi, reader sejati!)
-Cerewet, baik, pinter (novelis kita, :D)
-Diem" pinter! Cerewet+baik+rajin (daeva, paling teraniaya Fajar)
-Pendiem (timo yang rajin kasih coklat tiap tahun, :9)
-Pendiam misterius (mr. Lebay ever after, hoho)
-Serius, baek. (mba pu3 yang so sweet)
-Pinter, kerajinan (pinky girl, kacamata hitam bening yang antik, he)
-Kalem (uje)
-Baik (sastrawan berbakat, :))
-Baik, care, ya... baik!! (my sharebox)
-Kurang sosialisasi (mahasiswi FITB)
-PD, nies! (mba syif)
-Yakinlah pd dirimu! Ciee... (ratu mencheng)
-Rajin (wahyu)
-Pinter, suka ngelucu juga, baik!! (Lutfi yang so sweet)

Depok, 12 September 2010

Agustus Ke-80

Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...