Thursday, 23 February 2012

Beberapa Orang yang Terlibat dalam Perkembangan Tulisanku



29 Februari 2010


Aku ingat nomor absen delapan
yang selalu berkomentar mengenai catatanku
yang bertanya, "Jam berapa kau menulisnya?"
dan aku menjawab, "Setiap bangun tidur"
(to: Annisa Dewi R. )

Aku ingat musafir Indonesia
yang kini berkelana di benua hitam
yang mengomentari catatan keduaku "Pengemis Paling Necis"
dan membuatku bersemangat bermain olah kata
(to: Khozien Dipo)

Aku ingat kawan bisuku
yang aku temukan dengan tidak tahu
yang selalu menghembuskan lawakan segar
yang seringkali menyumbangkan bulir-bulir inspirasi
dan membuatku kecanduan tak terperi
(to: Antaresta Radityaji, Dika Rizki Ardiana, Firman Hidayat)

Aku ingat si pujangga merdeka 
yang tak ragu memilih kata tak biasa
yang suka sekali menebarkan puluhan jempolnya
dan selalu gembira di dalam kemisteriusannya
(to: Agus TKR)

Aku ingat kawan baruku
yang telah lama tahu namaku
yang tak pernah bisa diam membisu
yang selalu bersedia merelakan kupingnya demi cerita-cerita gaje-ku
tanpa bisa kulihat rasa bosan di mata berbinarnya itu
(to: Iksanatun Fadila Oktabriani)

Aku ingat betul catatan pertamaku
saat semua orang bergembira bersatu
dalam buaian ombak dan pantai berbatu
berisi keluhanku tentang kelas yang ditinggal penghuninya bertamu
(lupa judulnya)

Aku ingat seorang muda
tiba-tiba datang lalu membuat jari semakin menari
datang lagi, lagi, lagi
lalu kami saling mengomentari
(to: Imam Mujahid)

Aku ingat lagi
si anak muda mempunyai banyak relasi
mereka mempunyai gaya dan ciri sendiri
hingga aku mulai iri 
dan lama-lama tak percaya diri
(to: Tri Susanti, Rahmatika Sari)

Aku ingat sebuah alamat
aku tersesat
lalu merasa nikmat
lama-lama tumbuh minat
hingga berniat  menciptakan sebuah nama keramat
(fanfiction.net)

Aku ingat membuka buku Andrea
aku membaca satu bab
membuka halaman-halaman belakang
teringat rasi bintang
teringat komik tentang piano yang berdentang
(Auriga)

Akhirnya, aku sering bergosip
aku mencaci
aku menyombongkan diri
aku memuji
aku menceritakan isi hati
dan titik-titik seputar itu dan ini
membawa namaku sendiri
sambil mempopulerkan nama pena yang tidak biasa di kuping

I'm Auriga Amarilis...  

Pujian Itu Lagi

20 Oktober 2010

Rabu ini, saya memposting tiga buah catatan dalam satu jam. Catatan itu sudah berumur sih. Sudah ada sejak zaman SMA yang polos, sama polosnya seperti sekarang.

Ehnn... Beberapa teman di fb bilang kalau catatan saya bagus, saya cocok jadi penulis, saya ini, saya itu, pokoknya yang baik-baik mulu. Padahal aku betul-betul membutuhkan saran dan kritik yang bisa membangun dan memperbaiki tulisanku yang masih tidak informatif itu.

Namun, hanya beberapa orang saja dari sejumlah orang yang saya tag, yang memberikan komentar mengarah kritik. Saran-saran yang ada sejauh ini adalah agar melanjutkan menulis dan mengirimkan beberapa tulisan untuk menghasilkan uang. Ini mungkin tidak sih??? Sepertinya ide-ide yang masuk sangat mustahil. Secara saya masih awam, bahasa saya masih dangkal, tidak informatif dan masih sangat jauh dari kesan komersial. Saya sungguh kecewa karena belum ada seseorang pun yang benar-benar tertarik me-review catatan-catatan gaje saya. Sungguh! Saya semakin tidak yakin dengan kemampuan saya. Saya semakin susah percaya pada perkataan orang lain karena berbagai hal. Saya takut mereka berbohong tentang kualitas tulisan saya yang pernah mereka baca. Saya resah sendiri karena memikirkan hal-hal tidak penting begini. Entah mengapa ini penting bagiku. Saya memang keras kepala, dan kerasnya sudah sekarang batu marmer dilapid baja tujuh lapis.
Saya itu semakin terbebani dengan adanya pujian yang berlebihan seperti itu. Saya orangnya cepat GR tapi juga suka memperkirakan hal-hal atau kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan mendatangi saya. Sayaaaa sungguh merasakan sakit kepala yang sangat karena tidak adanya tanggapan yang bisa diolah lagi untuk saya...

Please... SAYA BUTUH SARAN dan KRITIK, huhu

sesuatu yang akan ditulis pada Desember 2010 (tapi nggak jadi)

Selasa, 7 NOvember, kami anak-anak PERHIMAK UI 2010, berkunjung ke Kebun Raya Bogor. (haha, ini kalimatnya kayak kalimat anak SD suruh menceritakan pengalaman pribadi ngga sih?). Divisi PSDM yang di-PJ-i oleh Mas Haris dan Mas Arul, berepot-repot mengadakan tour ini hanya untuk kami anak-anak PERHIMAK 2010, eksklusif.

Kami naik KRL sampai ke Bogor. Sambil menunggu kereta datang, kami tidak melewatkan moment-moment langka ini (sedikit dusta). Berfoto-fotolah kami...



Resume Hari Kamis

Gue memilih buat nggak dateng kuliah hari ini. Luka di tangan gue masih basah dan kaki pun masih susah buat jalan.

Ya Allah, saya bersabar dan tak pernah berpikiran untuk menolak ujianmu. Hanya dzikir dan istighfar yang senantiasa mampu saya panjatkan, mengingat dan mengucap namamu lebih sering dibandingkan biasanya berkat sakit ini. Saya berharap agar mampu lebih tabah, ikhlas menuntut ilmu dan menjadi orang yang berjuang dalam kebaikan. Namun, sayangnya saya masih terlalu susah untuk lelah mengeluh. Maafkan hamba yang selalu berkeluh, keluh, keluh dan masih sedikit bersyukur. Semoa sakit semacam ini tak lagi hinggapi badan saya. Semoga lebih jarang lagi mengalami kesakitan...karena lag-lagi, mereka tak suka melihatku sakit. Tak suka dan tak suka dan mengira saya pemalas hingga malas kuliah. Sedih.... Sedih pun sendirian.

Dunia ini diliputi manusia beraneka watak dan sifat. Hitam putih bukan lagi pembeda. Dua warna itu telah berkolaborasi, meng-abu-abu-kan rupa manusia hingga makin sulit diterka. Bagaimana bisa terjadi, semanis kecil mungil Thumbelina ternyata adalah seorang egois, fanatik dan licik? Bagaimana bisa teruangkap secantik mulus Putri Salju adalah seorang putri yang haus harta dan suka menikam orang dari belakang? Bagaimana mungkin seorang pangeran tampan ternyata seorang pembunuh berdarah dingin, psikopa sekaligus pedophilia hidup yang bersembunyi di balik tiara kerajaan?

Makin susah diterka mereka, para manusia. Dan gue pun terima diam menyaksikan orang berlalu lalang dalam aksi heroik atau munafik.

Entahlah. Sore tadi, tiba-tiba gue teringat seorang kawan, tetapi lain angkatan. Dia yang terlihat shock, sedih karena ditolak. Namun, ternyata dia tak tertolak. Dia diterima dan memang berakhir penolakan di kemudian hari. Gue pun meng-update sebuah status:

Tangisnya...
Riuh, renyah seperti kacang bawang baru terlepas dari penggorengan
Dilembutkan, seperti musik klasik yang mampu menidurkan bayi lapar
Aku bertanya sebab?
Dihadiahkannya proses
Aneh
Hal itu tertangkap cermin
Terefleksi dan terekam hingga detik ini tetap berjalan
Sebab itu terbukti akibat
Kau menangis tiga bulan kemudian
Agak persis dengan sebab yang dipaksakan oleh mereka
Lalu, aku bertepuk tangan untuk kebolehan pemikiran mereka?

Beberapa saat kemudian, gue berpikir tentang kesendirian gue. Terkadang memang sendiri itu indah, tetapi entah kenapa gue yakin baha kesendirian itu mampu mengundang setan-setan yang kegirangan melihat anak manusia berpikir menyimpang dalam kemalangan yang dalam. Dalam kesendirian yang berkwan setan itu, orang-orang akan merasakan keindahan dalam keburukan dalam kesesatan akal, pikiran dan kenyataan. Bisa lah kau bayangkan sendiri muara dari pikiran-pikiran buruk yang timbul dengan ajaib di pikiran manusia putus harap. Gue, entah kenapa sempat meng-update status di bawah ini:

Sendiri itu indah
Menjadi saksi pertarungan angin
Mengarungi jejalanan penuh misteri
Merindik pelan, lewati muka peri-peri pemimpi
Sendiri itu indah, saat sedang indah
Namun, melelahkan saat tengah kau jengah
Jadilah manusia dengan kewajaran dan kewarasannya...

Gue lantas beraktivitas, setelah seharian tanpa perhatian dan peringatan manusia, tidur di kamar. Gue bolos kuliah tiga matkul penting dan gue nggak pernah tertarik memberitahukan keadaan gue kepada orang-orang selain mereka yang berusaha mencari tahu selain dengan bertanya. Gue memang aneh dan imajiner. Namun, mungkin dunia akan lebih sedikit maju kalau setiap manusia peka dan inisiatif. 

Gue betul-betul bangun pukul 15.45 lantas turun ke kantin untuk sarapan sekaligus makan siang-sore. Gue bertemu Saho dan Laras. Sedikit berbincang dengan paguyuban gue, juga tentang Bimbel yang makin lama makin membosankan untuk dijadikan bahan obrolan gue. Namun, entah gimana caraaaanya, gue pasti akan mendapati diri gue terlibat meski gue bilang gue vakum sekali pun. Inilah gue yang nggak pernah ingin ketinggalan sesuatu yang menurut gue perlu gue tahu dan bisa gue kerjakan.

Gue pun melanjutkan tugas Matkul Tekin dan SIG. Gue galau berat karena gue udah bolos sekian banyak kuliah. Ya ampun, gue niat? Ya nggak lah! Gue jauh-jauh ke sini ya buat kuliah! Adek gue waktu masih balita aja ngerti, nggak pakai melempar pertanyaan kayaknya udah pada kelempar balik sama jawaban kalian lah ya? Entah kenapa... gue rada kecewa pada beberapa hal dan beberapa titik manusia.

Ah! Daripada gue galau karena terlalu memikirkan manusia yang mana barangkali nggak sedikit pun teringat akan gue, mendingan gue teruskan mengerjakan tugas. Saat sampai pada tahap pembuatan file powerpoint, gue pun teringat desainnya Mas Danang untuk template Perhimak UI Fest. Gue suka kupu-kupunya, maka gue pun meng-crop kupu-kupu itu meng-copaste-nya ke paint dan gue jadiin format .jpeg. Gue jadiin kupu-kupu itu sebagai background ppt gue. Lalu tiba-tiba gue pengen belajar desain terutama corelDRAW biar gue bisa bikin desain-desain lucu macam itu. Namun, gue nggak tahu belajar sama siapa. Gue pengen minta diajarin Mas Danang, privat sehari sampai ngerti, tapi takut membuat beberapa orang salah paham lalu sakit hati. Maka gue pun hanya berkoar dalam status:

siapa saja, tolong ajari saya desain.... *teriakan frustasi*

Ini desain Mas Danang yang udah gue jadiin background ppt:
sederhana, tapi manis
*udah gue ubah. aslinya cuma kupu-kupu di pojok bawah. pojok atas kanan-kiri gue ada-adain*

Lantas, setelah mengakhiri obrolan gue dengan Dila, gue update status ini:

suatu saat nanti, orang itu pasti datang
melambaikan tangan
menebarkan senyuman
tanpa lelah, tanpa kenal bosan
tak menendang, tak juga terlampau memanjakan
suatu saat nanti... 
bersabar itu indah :)
*bukan kata-kata Ani*

Sebenarnya itu murni kata-kata gue. Namun, entah kenapa gue tulis begitu. Yasudah... Ada orang yang me-like-nya sepertinya orang yang sedikit terpanggil oleh status ini. Ahahaha...

Lantas gue mau nerusin ngerjain tugas aja deh!

Good bye, abis minum obat, mau bobo aja deh. 
Loh bentar lagi dong?
Yoi!
Tugasnya??? 
Ah besok aja deh....

Ya Allah segera sembuhkanlah hamba dengan segera.... Aamiin.

Sunday, 19 February 2012

Nai (2)

Nai mampu mengingat dengan jelas wajah Robert, orang yang telah berhasil membuat ia malu di kelas. Sebenarnya teman-teman sekelas dan dosennya tidak terlalu mempermasalahkan kejadian itu. Namun, Nai sendiri lah yang terlalu merasa malu. Ia tak bisa melupakan kilatan cahaya hijau bening yang sesekali terlihat menghiasi kacamata Robert. Kejadian itu sudah berlalu seminggu, tapi perasaan tidak jelas yang ia rasakan seminggu lalu itu masih saja muncul setiap bertemu Robert.

Robert dan Nai menempuh kuliah di jurusan yang sama, Pendidikan Kedokteran. Bagi Nai, memilih jurusan ini adalah sebuah keterpaksaan. Ia sangat ingin belajar arsitektur untuk mewujudkan cita-citanya membangun kastil mini impiannya di tepian pantai Scotlandia. Ia tak pernah ingin menjadi dokter yang nantinya akan sibuk mengobati orang dan lupa keluarga. Namun, ayah ibunya sangat menginginkannya menjadi seorang dokter muda yang disayangi oleh banyak pasien. Mereka tak pernah memaksa Nai, tetapi Nai sendirilah yang memaksakan diri menuruti kemauan orang tuanya. 'Toh tanpa belajar arsitektur pun aku masih bisa membuat desain gambar kastilku, kan?' pikir Nai.

Namun, pertemuannya dengan Robert untuk pertama kali di hari pertama kuliahnya, sepertinya telah menumbuhkan rasa sesal telah memilih jurusan itu.

"Robert! Bisakah kau menghilang dari pikiranku barang sehari saja? Kacamata cupumu itu benar-benar mengganggu otakku! Tunggu! Seperinya, aku pernah melihat mata coklat itu. Mata dibalik kacamata cupu itu. Di mana??? Di mana??? Adududuh!" racau Nai di suatu malam. Perlahan dia memejamkan mata, mencoba mengingat suatu hal.

Senja di gymnasium. Bunyi bells, berdenting nyaring terbawa angin. Suara berat tiupan baritone yang melambai-lambaikan warna suara bass. Bendera aneka warna berputar elok susul menyusul dengan tongkat berhias yang melambung sesekali ke udara bebas. Lalu tiba-tiba terlintas sosok seorang bocah tengah asyik menabuh snare drum dengan ringannya. Seolah beban alat musik itu tak pernah mencapai 5 kg. Lalu Nai dan bocah laki-laki itu pun tertawa bersama.

"Karnaval sekolah! Itu adalah saat karnaval sekolah di Osaka delapan tahun yang lalu!" teriak Nai tiba-tiba. Tubuhnya melonjak hebat hingga menyenggol seorang pelayan yang sedang membawa senampan piring kotor. Untung sang pelayan dapat dengan sigap menangkapi piring-piring yang sudah melambung dan nyaris bertemu lantai itu bak seorang ninja lulusan Konoha Gakuen. Aksi sang pelayan mendapatkan tepuk tangan meriah dari pengunjung restoran yang lain sedangkan Nai hanya terbengong memandangi adegan tersebut hingga lupa meminta maaf kepada pelayan tersebut.

"Sumima... I mean, I'm so sorry for troubling you," ucap Nai tiba-tiba saat si pelayan sudah hampir mencapai dapur. Si pelayan hanya tersenyum ramah dan kembali melanjutkan perjalanannya ke dapur. 'Oh Nai! Adakah hal lain yang bisa kau lakukan selain membuat kacau dan mempermalukan diri sendiri?' batin Nai sambil sekali melirik orang-orang di sekitarnya yang sesekali memandang ke arahnya.

'Oh! Abaikan mereka, Nai! Jadi, sepertinya Robert itu adalah bocah laki-laki itu? Kawan lamaku di Jepang? Pantas saja dia bisa membalas perkataanku dengan bahasa Jepang. Masa iya? Wajahnya tak terlihat seperti bocah itu. Robert terlihat seperti orang Inggris lain pada umumnya, orang barat. Sedangkan bocah itu, jelas sekali penampakannya seperti orang Jepang, rambut hitam dan iris coklat dan... namanya bukan Robert, tapi Eiji. Tunggu! Eiji dulu pindah ke mana ya?' kali ini dia sukses membuat pengunjung restoran lain semakin menatapnya aneh karena Nai membatin sambil mempraktekan  gerakan tangan dan ekspresi wajah yang berlebihan. Sadar dengan pandangan orang-orang kepadanya, Nai pun berhenti membatin. Diminumnya jus apel yang tak lagi dingin di hadapannya dengan buru-buru hingga membuatnya tersedak dengan sukses, 'Uhuk!' Dipukul-pukulnya dadanya dengan pelan untuk melegakan sedak itu sambil melangkah pergi dari restoran.

"Hari apa ini? Hari sialku kah?"


kalau galau pasti mikir...

APAKAH INI YANG NAMANYA CINTA???
BERDEBAR-DEBAR SETIAP DIPANGGIL DIA, DAN RESAH KALAU DIA TIBA-TIBA DIAM!
TAPI ORANG DIA YANG ANEH, CUMA MANGGIL, "n"

entah kapan

Semoga cepat sembuh!

Hari ini terasa lebih menyedihkan daripada saat kehilangan hp, modem, fd, dan kartu atm itu. Uh! Nggak ada hal yang lebih menyedihkan dibandingkan sakit. Kemarin, baru ngomongin Tata yang gampang sakit gara-gara susah makan. Eh siang ini, malah gantian gue.

Alkisah, pas pagi hari emang udah kerasa nggak enak badannya. Tidur males bangun, udah bangun pengen tidur lagi. Males ngerjain ppt, males semua. Kayaknya itu bukan sakit, tapi emang males deh, hehe. Bukan, bukan males tapi deh! Ini emang murni nggak enak badan, badan pegel, kepala bagian kiri sakitnya bukan main, udah gitu baju, rok, dan kaos kaki abis lagi. Masih pada basah belum sempat dijemur. Sempurna!!!

Hari ini, gue melewatkan banyak sekali agenda penting. Padahal, dari kemarin gue udah jarang banget berkontribusi di agenda-agenda itu. Tugas PIE, bisa dibilang kemarin kabur ke Detos buat beli modem. Bakpao, hari ini kumpul untuk membahas banyak hal. Dari plotting hingga ini, itu dan lain-lain. Namun, itu semua nggak berjalan lancar, gara-gara migrain dan sakit itu. Sampai malu pada orang-orang. Malu jadi orang sakit-sakitan... :(


Saturday, 18 February 2012

Perhimak UI at KCF 2012

Senin, 23 Januari 2012...


Stand Perhimak UI (dibuat dalam sekejap)
Aduh! Kenapa si Jodi nampangnya telat???



Klub Narsis di depan Stand, sampai diusir pas mau latihan flashmob, haha...



Serius! Ini ekspresi bocah lucu banget!!! Entah emang polos, entah karena bingung di tengah-tengah banyak orang.
Orang-orang di fotonya kayak bocah ilang semua, masa... uhuhuhu.



PO UI GTK 8: Bersemedi?



Gagal Narsis? Ya gini jadinya...



Alhamdulillah... antusiasme adek-adek SMA/SMK/MA masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya....
JANGAN TAKUT MASUK UI!



Entah kenapa cuma kuning-kuning yang ngga keliatan di flashmob ini, wiiiiuw...



awewe 2010, euy!




eit, ketinggalan sih dou FPsi 2010!





entah kenapa, ekspresi mereka ini selalu aneh saat dihadapkan dengan kamera hp-ku
*lirik Shinta yang kayak lagi nahan kebelet pipis*



gadis-gadis FIB!




pasti lagi mager mereka, makanya jauh dari jangkauan stand..
*mager aja narsis, wohoo*



hnnn... entah kenapa pengen ngupload foto ini... aneh soale...



Mas-mas Angkatan Tidak Muda




Mas Bolang: Segeran, monggo segerane. Mau Es campur? Atau Nasi Jelantah?
Tiara: Emm...ehm,,, mmmm... nyam nyam, nasi jelantah itu mananya nasi kucing?
Sari: emmm...hmmm....hmmm...nyamm, apa aja boye yang penting dibayarin dah..


Mas Noor: Kenapa acara minum es campurnya bertabur nasi jelantah? Bolang? Itukah makanan khas Ayah?
Sari: Nggak papa deh, mas... apa aja taburannya, yang penting gretong gituu... ahahaha
Martyn: *sambil ngetik, sambil ngejawab pertanyaan adek-adek SMA di grup UI GTK* Nyamen nyamen nyamen...



Puisi Dini Hari

Gubuk 

Ini gubuk tanpa jendela kaca 
Kami menghuninya 
Bertiga bersama dengan nasib yang berbeda 
Kau yang hatinya dipenuhi dengan cinta 
Dia yang sama sekali tidak pernah tersentuh cinta 
Dan aku, si abu-abu yang tak jelas mengenalinya atau tidak 

Gubuk kami selalu terang 
Tiga lentera memangku rasa, 
terpaku di sudut reremangan berbeda 
Merah muda, hijau dan ungu 
Tak secerah bianglala memang 
Namun, cukuplah berbagi pelita, 
turut berbenderang, perkebunan cinta 

Kau tak pernah bermasalah 
bagaimana dia begitu takut tertusuk duri cinta 
bagaimana aku begitu suka bermain dengan cabangnya 
dan bagaimana dengan seringnya kau menyiramnya 

Kau penguasa kemudi 
Namun membebaskan aku dan dia 
tak ada petuah membanting arah 
tak ada pokok terunjam harus tersebar 

Begitu bebasnya kami berlaut dan berkebun 

Aku suka gubuk ini 
Di atas perkarangan laut 
dibataskan pada rerimbunan perkebunan 
bertabur makhluk loyal dan penuh cinta 
memang benar 
jikalau semesta tak pernah berdusta 
Tuhan melukiskan segalanya 
juga menghadirkan hijau dan merah muda 

Gubuk ini akan selalu tak berjendela kaca 
Mentari berbagi tanpa aling-aling 
dan rembulan menyeringai tepat sasaran 
Ketiga lentera menyala sepanjang usia 
Menerang benderang hingga pelataran 

Gubuk ini selalu hangat bersama kalian, kawan... 


Kukel, 13 Januari 2012 

Tuesday, 31 January 2012

Good Bye January!

Halloo... Lama tak jumpa, oh my beloved blog, Catatan Amarilis. Ogenki desuka? Wah, udah berdebu parah sepertinya dirimu, ohoho... Lama nggak dibuka dan pas sekali buka udah mau abis aja nih bulan Januari. Hnn... semoga bulan depan lebih menantang dan mampu bermanfaat untuk orang banyak.

Kali ini gue pengen menceritakan hal-hal yang gue alami atau gue saksikan selama liburan semester ganjil ini. Gue balik ke Kebumen tanggal 18 malam, dua hari setelah acara pelatihan atau seminar Bidik Misi. Ehn, jadi... Jadi, gue baru liburan beneran di kampung tanggal 19 pagi. Yeeey... Saat sampai rumah, hal pertama yang gue dapati adalah adek gue, si Ais dibeliin komputer baru dan modem baru. Hyaaaa... alangkah senangnya anak SMP ini udah dikasih modem, unyu unyu unyu. Ya udah, rejeki adek. Jadi, inget betapa nerimanya dia sebagai anak kedua yang seringkali mendapat barang bekas gue daripada barang baru. Eh! Tapi setelah diinget-inget, nggak juga! Mama dan romo lebih sering membelikan barang-barang baru untuk kami berdua karena barang-barang itu tidak akan bertahan untuk diwariskan ke adek-adek kami. Secara, usia dari satu anak ke anak lain terbilang cukup jauh. Mungkin program KB-nya sukses. Gue ke Ais selisih 5 tahun lebih. Ais ke Yaya selisih 7 tahun lebih. Jadi, gue punya adek Yaya, pas umur gue 13 tahun lebih, tepatnya pas kelas 7 SMP. Hehehe... Udah gini aja perkenalan keluarga gue.


19 Januari
Waktu di perjalanan pulang, di atas kereta, gue udah nge-list daftar kegiatan yang harus gue kerjakan di hari selanjutnya sesaat setelah nyampe Kebumen. Namun, apa yang terjadi sungguh nggak sesuai rencana. Apa boleh dikata, di rumah nggak ada kendaraan sama sekali dan ini bener-bener membuat gue terisolasi. Gue udah berniat buat ngopy file dari Lintang ke komputer Ais yang belom bernama. Why? Yup, karena keyboard Lintang rusak dan gue takut dalam perbaikannya akan membutuhkan instal ulang yang mengakibatkan file-file gue ilang. Faktanya, gue cuma berhasil ngopy sekitar 8 Gb file doang. Yang lain nggak sempat ke-copy karena gue tepar duluan.

Gue sadar dengan sepenuh hati bahwa hari itu akan ada RTS ke SMAN 2 Kebumen. Gue udah merencanakan untuk dateng ke sana sejak di kereta yang sama itu juga, tetapi ternyata gue belom bangun dari tepar gue yang barusan. Akhirnya, gue pun nggak jadi dateng. Gue juga berencana membeli kertas gambar buat ngegambar profesi-profesi, tetapi nggak ada kendaraan dan gue kecapekan tepar akhirnya rencana ini pun gagal. Malamnya, gue pun ngerasa sebagai orang yang sangat gagal, ahahaha. Gue chat sama Leli, dan ternyaa dia malah bisa dateng ke alun-alun, pleno, dan mungkin ikut RTS. Padahal dia nggak menyebutkan rencana-rencana apa pun. Lalu gue malu kepada diri gue sendiri. Gue merasa sebagai makhluk gagal dan bisanya omong doang. Gue sempat got mad dan terserang mood memburuk, membuat Mama bingung. Namun, setelah itu gue bertekad untuk membuktikan kepada mereka bahwa gue bukan omdo...


20 Januari
Gue pergi ke alun-alun. Kali itu, gue meminta bantuan Amel untuk menjemput gue di rumah. Gue rada nggak enak sebenernya ngerepotin dia. Apalagi, menurut pengamatan gue, dia sangat tidak menyukai orang mager. Gue takut gue disangka mager dan cari-cari alasan dengan mengatasnamakan nggak ada kendaraan. Namun, itu emang beneeeeer. Kalo mau ngangkot gue harus jalan sejauh 1 km, naik angkot selama 3 menit, abis itu turun di stanplat dan naik angkot yang lain untuk mencapai jarak sejauh paling 700m. Gue emang memilih nggak daripada udah sampai TKP tapi gabut. Ini kejujuran gue.

Amel pun datang, dia minjem motor Ipin. Hari itu ada TO UI GTK di SMAN 1 Klirong dan SMA Prembun. Gue udah  konfirm iya untuk menjadi pengawas di SMAN Prembun dan gue pun udah bilang iya untuk jadi PJ TO SMKN 1 Kebumen. 

Namun, satu-satunya yang bikin gue senang dan bahagia setelah sampai sana adalah sambutan dari para adek kelas cewek yang imut dan polos. Mereka yang belum tahu bahwa gue rada terlihat aneh oleh yang lain, haha. Gue pun langsung menyapa mereka. Lalu gue melihat ada dia kedua, mengenakan kemeja biru. Wah sekali. Gue kira dia nggak dateng karena waktu gue sms paginya, dia mau survey ke sekolah entah. Senang, hehe.

Lanjut, gue bingung. Gue belom pernah kumpul dan saat pertama kali kumpul, semuanya begitu riweuh. Gue pun cuma terbengong-bengong dengan bengong memperhatikan mereka. Ada masalah ini, itu, gue pun bilang ini untuk mengatasi ini, itu untuk mengatasi itu, tapi ternyata gue nggak nyambung. Akhirnya, gue pun berdiri diam aja.

Widya akhirnya menerangkan hal-hal yang harus dilakukan oleh para PJ kepada gue dan Mas Danang selaku PJ SMA Buluspesantren. Sebenernya, Widya cuma ngajak MD, tapi gue nganyus. Akhirnya kami pun mendengarkan Widya bersama. Ini begini, begono, gini, gitu, OK? Ya OKE! Jawab gue dan MD. Kyu pun turut mendengarkan di samping gue. Hp-nya baru ilang, akhirnya dia make hp ibunya dengan nomor sementara lalu kami pun tukeran nomor.

Setelah itu, gue bersama Widya berniat dateng ke SMK N 1, buat nempelin nomor TO UI GTK ke meja TO. Namun, masalahnya, mereka nggak ngerti PJ pendaftaran TO dari SMK N 1 -nya siapa. Ini salah satu kecacatannya menurut gue. Agak nggak jelas hingga ke sininya, itu imbasnya. Kita pun terpaksa mencari meluncur ke SMK dan mencari PJ-nya 1 per 1, karena ternyata PJ-nya dibuat per kelas.

Singkat kata segalanya terlihat lancar, hingga tiba-tiba ada kabar bahwa Dzakia, dkk melupakan nomor yang harus ditempel di meja. ckckckk, human error often happened in the middle dangerous condition. Ya yalah secara TO SMAN Prembun kan di hari itu juga jam setengah 2. SEMANGAT! Karena mereka harus membuat nomor baru sebelum menempelkannya.

Kami balik ke alun-alun. Namun, merasa krik-krik karena kata mereka jumlah pengawas TO Prembun udah cukup. Gue pun mumet, maka pulang ngekol. Setelah naik kol, gue baru inget akan helm gue. Helm pu ketinggalan dan minta bantuan Iam untuk membawakannya pulang. Hampir nggak ada kepastian, karena dia juga belum tentu dijemput. Akhirnya, gue tertidur karena kecapekan. Yup, gue emang orang yang sangat gampang capek dan sakit. Saat gue bangun, Mama memberitahukan bahwa helm-nya udah balik dengan sendirinya. Ternyata Iam membawakannya, thank's Iam.


21 Januari
Gue dateng ke SMK 1, mengumpulkan daftar pendaftar. Ish! Riweuh! Bahkan saat gua udah hampir berangkat ke alun-alun, ada sms begini: ANI DATENG? Maka, gue pun bales DATENG!!! Ya ampun, seolah-olah nggak ada kepercayaan buat gue. Gue sempat merasa sedih saat itu. Kalau gue nggak dateng gimana caranya TO berlangsung? Please, deh. Kalau gue udah mengiyakan amanah sebagai ini, maka gue pun akan menjalankan amanah ini tersbut dengan semaksimal sebisa gue. Gue kecewa banget saat itu. sebab orang yang bertanya itu gue kira adalah orang yang udah mengerti watak gue di atas. Ternyata, belum. Bijaknya masih dangkal. Maaf, gue masih nggak tahu harus percaya siapa hingga detik ini.

Gue pun disuruh menghubungi calon pengawas. Oke gue laksanakan. Namun, mungkin wajah gue emang terlihat sagat menyeramkan di depan mereka karena mereka juga cukup membat saya merasa seram. Gue serius masih merasakan sedikit alergi saat bersama mereka. Kayaknya, bener. Gue memang tipikal individualis. Namun, yang lucu hal ini nggak terjadi saat gue berdeketan dengan kelompok lain. Jadi ini apa? Gue kah yang salah? Atmosfernya aja kah yang belom mempersatukan kami? Atau apa???

Singkat cerita, kami (Aku, Anti, Petra, Nana, Dzakia, Dede, Isna, Tri) pun berangkat ke SMK 1. Sampai sana, anak-anak SMANDA udah pada dateng. Kami pun bergeges menuju ruangang TO. Ada 2 kelas yang belum ditempeli nomor. Gue naik ke kelas itu dan nge-gambar denahnya. Kebetulan pengawasnya Nurul, dia dateng nyusul.

Tiba-tiba, ada anak SMKN 1 yang sms bahwa jumlah peserta dari kelasnya ada sebanyak 10 orang. Dia itu super telat dalam hal konfirm. Padahal, kami hanya menyediakan cadangan 7 bendel soal dan lembar jawaban. Untungnya, saat Nurul datang dia membawa serta beberapa soal.

Masalah lain muncul, nomor peserta yang tertera pada tiket SMANDA tidak sama dengan nomor yang tertempel di ruangan. Alhasil, para peserta pun menyerbu Petra dan Tri untuk nuker nomor. Yang lain mempersiapkan soal-soal. Ahamdulillah, masalah tiket terpecahkan. Ini bener-bener aneh! Gue sedikit malu sama Nana, karena sebelum berangkat gue udah mencurahkan segala rasa dan mengaku bahwa gue itu kalo kerja pasti diusahakan untuk beres karena bawaan watak yang agak perfeksionis. Gue malu sungguh!

Setiap pengawas memasuki ruangan. Aan pun datang membawa soal tambahan. Namun, ternyata tindakan penyelamatan yang dilakukan Aan sudah nggak berguna, karena yan datang tidak memenuhi 7 kelas alias hanya 6 kelas. Anti pun gabut, maka dia bergabung dengan Nurul, bersamanya mengawasi 1 kelas di ruang 6.

Masalah demi masalah kecil tapi penting bermunculan. Terutama di ruangan Dede yang notabene baru sekali ini si Dede itu ngawasi TO. Banyak yang salah ngisi jawaban ke nomor yang salah di LJK. Aduh! Padahal udah di-briefing. Yasudah tak apa. Mereka yang salah ngisi, nantinya akan dipisahkan dan dikoreksi manual.

Gue nggak ikut ke alun-alun untuk ngembaliin LJK dengan pengawas yang lain. Gue langsung pulang ke ruamh dan tepar. (kayaknya hidup gue selalu berakhir tepar).


22 Januari
Nggak ada sesuatu pun yang berarti. Gue harusnya ngawasin TO di MAN 2. Namun, gue terkendala kendaraan (lagi) dan nggak ada yang njemput gue. Yang kali ini bisa dibilang mager. Gue pun tiduran geje di kursi panjang berlengan di ruang tamu rumah gue. Sampai gue tertidur benerean dan bermimpi sesuatu yang nggak terlau berkesan sampai gue nggak inget mimp apa itu.

Gue terbangun di waktu dzuhur. Kaget. Karena banyak sekali sms masuk, terutama dari Iam dan Kyu untuk membahas tentang dekor stand KCF. Gue kaget, mau bales udah telat. Nggak dibales nggak sopan. Akhirnya, gue lebih memilih menjadi orang nggak sopan dan membalas sms dengan jawaban "nggak tahu". Gue pun sms Kyu, tentang waktu pengerjaan dan jawabannya adalah sekarang di gazeb. Gue pun kelimpungan dan langsung bersih-bersih badan. Gue agak pesimis selesai sebenernya karena pas tahun lalu aja, persiapan dekor mungkin dilakukan selama 2 hari alias bertahap. Namun, ya sudahlah.

Gue berangkat, dianterin romo. Kebetulan romo lagi nggak ada rderan jadi bisa nganterin gue. Di engah jalan, ada sms susulan yang mengatakan bahwa pengerjaan dekor dialihkan ke SMANSA. Gue pun menginstruksikan  hal tersebut ke romo dan sampailah gue ke sekolah menengah atas gue tercinta 2 tahun yang lalu. Gue masuk lewat sayap kanan dan gue dapati beberapa orang yang sedang menari joged-joged flashmob buat acara KCF. Mereka adalah mahasiswa/i dari berbagai universitas yang berasal dari kabupaten kebumen.

Karena ternyata Kyu, dkk belom pada dateng akhirnya gue pun hanya verkedip-kedip bengong sambil berdiri ngeliatin mereka yangs edang berjoged. Tibba-tiba, gue melihat sosok menulang yang terlihat di pintu salah satu ruang kelas. Dialah Tiara. Oh My! Ada apa dia di tengah orang berjoged tanpa ikut berjoged??? Gue samperin dia, eh dianya malah memaksa gue untuk ikut joged. Yeileee... Ne ne ne! Namun, hikmah dari nyamperin tuh orang adalah gue bisa bertemu kawan-kawan SMP, ada Riesta, juga yang lain (lupa siapa aja). Ada adek kelas juga yang ikut joged. Hnn... sayang banget, nggak ada sosok itu. Udah setahun lebih gue nggak melihat tangkai kacamatanya sekali pun. :) Belum jodoh, hehe.

Tak lama kemudian Kyu, Leli, Iam, dll pun dateng. Mereka udah bawa-bawa gabus, dll. Siap bekerja! Pertama kita bikin bando-bando fakultas. Lanjut tulisan Perhimak dan terakkhir bikin bebungaan. Semuanya selesai saat maghrib. Di tengah pembuatan itu hadir pula mas Asep yang sontak mengundang kami untuk mem-bully beliau dengan Leli. Ada yang aneh antara mereka. Namun, gue nggak berani berkomentar lebih jauh. Ehehe...

Ayu dengan bunga-bungaan hasil bikinan Kyu, dll


Usai dekor kami pun shalat dan berniat makan sebelum ke TKP sebenarnya di SETDA. Abis shalat, kami pu  ke SETDA yang ternyata tarubnya belum selesai dipasang. Thariq dan Rendi pun dateng. Namun, karena stand mash nggak jelas, kami pun memutuskan untuk makan dulu. Dengan Thariq sebagai jaminann penunggu stand, melasyi. Kami menuju warung nasi goreng dan makan malam kali itu ditraktir ole Iam. Sambil nungguin pesanan nasi gorengnya jadi, kami main "nama-namaan", ini mainan nggak tahu dalam bahasa Indonesia disebut apaan. Pokoknya kita harus mencara nama (sesuatu) yang di dalamnya terdapat unsur huruf yang ditentukan melalui cara semacam diundi gitu.

Makan pun selesai. Kami balik ke stand dan setelah dirundingkan ternyata, dekorasi ditunda esok pagi, jam 6 atau 7an. Mas Edmon disebut-sebut akan menyelesaiakan dekorasi tersebut. Maka kami pun pulang. Kyu, dll pulang duluan. Gue tinggal sebentar sambil nungguin romo dateng. Gue pun dapet tugas bikin makara dengan bermodal sebongkah styrofoam. Namun, tiba-tiba masalah lain muncul. Ada beberapa barang dekor yang ilaaaaang. Aaaaa... bingung, telepon Kyu. Masih bingung juga. Akhirnya, direlakan aja. Bye-bye... romo dateng dan pulanglah gue meninggalkan para cowok itu.


23 Januari
(bersambung)

Monday, 2 January 2012

Ani is...

Totally Melancholic...


KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran-> 90% YES!
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal-> 70% YES!
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)-> 80% YES!
* Sensitif-> 95% YES!
* Mau mengorbankan diri dan idealis-> 90% YES!
* Standar tinggi dan perfeksionis-> 81% YES!
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)-> 75% YES!
* Hemat-> 30% YES!
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)-> 55% YES!
* Kalau sudah mulai, dituntaskan-> 57% YES!
* Berteman dengan hati-hati-> 89% YES!
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian-> 90% YES!
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi-> 87% YES!
* Sangat memperhatikan orang lain-> 93% YES!

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)-> 99% YES!
* Mengingat yang negatif & pendendam-> 97% YES!
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah-> 95% YES!
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan-> 95% YES!
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah-> 100% YES!
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)-> 99% YES!
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan-> 87% YES! 
* Hidup berdasarkan definisi-> 50% YES!
* Sulit bersosialisasi-> 89% YES!
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya-> 100% YES!
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)-> 100% YES!
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)-> 100% YES!
* Memerlukan persetujuan-> 85% YES!

Friday, 23 December 2011

What a Friend Said about Me

Rizki Berliana Wijayanti (Teknik Kimia UGM, 2010, teman sekelas Matrix 12 IPA 1 SMANSA Kebumen), said that Ani is..... 
Ratu penguasa beranda lor dan beranda kidul ini orangnya aneh. Sering ngomong yang gak jelas gitu, terus kalo ditanya ” Hah? Ngomong apa kowe An?” dia cuma jawab ” Oh ora, ora, ora, ora papa,he” sambil clingak-clinguk. Tapi walaupun aneh, dia pinter banget bikin kata-kata yanggg aduhaiii, jago bikin cerpen juga. Tegok sono facebooknya, notesnya ada 170an. Mantep gak tuhhh... Dia tie orang yan susah mengungkapkan isi hatinya secara langsung, jadi dia lebih suka bikin notes gaje. Dia juga jago nggambar, terus juga punya sense of music gitu. Multitalent yaa...hahaha. Dia ngefans sama Vita Marissa, kita sering gila-gilaan bareng, aku jadi Butetnya (hoek!hoek!kasian amat kak Butet) dia jadi Vita. Dia paling asik buat diajak sms-an, gak kelar-kelar deh...ada aja yang di bahas. Semoga karya-karyanya akan semakin bagus kedepannya, amiinnn..... 



Thursday, 15 December 2011

Contoh Komentar Pedas Saya


 Assalamu'alaykum...
yeah, seperti biasanya saya tidak berharap posting-an ini direspon, tapi sepertinya betul kata Widya, mungkin sebaiknya kita mulai ketemuan membicarakan dan latihan persembahan. Jangan dilihat dari besar kecilnya tugas ini, dari penting tidak pentingnya persembahan ini, sebab saya kira persembahan ini sengaja diadakan pasti dengan tujuan: mempersatukan tiap anggota kek, apa kek... Bisa saja ini dianggap sebagai jembatan pembentuk kesatuan tiap angkatan, ketemu bareng, latian bareng, interaksi, ada feed-ada feedback. Membiasakan kita bekerja sama terutama demi menyongsong tugas lain yang lebih berat dan mulia (preeeet), semisal: KCE, bimbel, dll. Kalau kita membiasakan merespon cepat terhadap hal sekecil apa pun, maka itu pun akan terjadi terhadap hal besar sekali pun. Ya wis sih, kasihan yang bikin naskah, dikomentari kek, direspon, ditanggapi, sesibuk apa pun kita, kayaknya lebih sibuk presiden. Hnn, tidak bermaksud membandingkan, tapi angkatan atas merespon persembahan ini dengan antusias, bukan ingin menang, bukan ingin ngeksis ria, tapi memang ini adalah sarana berkumpul, jarang-jarang kumpul bareng kan. Kita yang mayoritas masih di asrama kayaknya harus memanfaatkan moment kerja sama dan pdkt ini dengan sebaik-baiknya. Kalau ngga bersedia ya ngomong dari awal. Simpel aja sebenernya ya, cuma saya seperti biasanya, suka membesar-besarkan masalah dengan mem-posting posting-an lebay. Saya akui saya sangat omdo dan sangat cerewet, berisik, antagonis, amit-amit, bukan siapa-siapa dan kawanannya, so untuk semua kata-kata yang sangat salah di postingan ini, saya mohon maaf yang sebesar gunung. Yang tidak suka, silahkan timpuk saya pake bantal sampai tidur. Saya sudah terbiasa. Terima kasih bagi yang sudah membaca.

nb: saya trauma dengan kata "persembahan" sejak bulan Januari, ada yang bisa membantu menyembuhkan ngga ya? Oh ngga ya, ya sudah

wassalamu'alaykum...

Sunday, 11 December 2011

Petang Kreatif 2011 (part 1)

Hari ini Minggu, besk hari Senin dan kemarin adalah hari Sabtu. Hari Minggu tidur sepanjang hari, hari Senin ada prsentasi. Saat bangun hujan lebat mendera bumi dan bahan presentasi belum mulai dipelajari. Bingung. Lantas membuka laptop, koneksikan ke internet dan membuka situs blogger.com.

Sekarang gue pengen bercerita tentang Petang Kreatif (PK) kemarin Sabtu, 10 Desember 2011 yang dilaksanakan di Auditorium Gedung IX FIB UI. Wah! Mantap kali ini acara! Theater Battle antara 15 prodi di FIB. Gue melewatkan 3 pementasan, dari Arab, Korea dan Perancis. Padahal gue pengen banget lihat punya Irvan, teman satu paguyuban gue. Namun, karena gue lupa dia nampil jam berapa dan apalagi pasa saat itu gue masih guling-guling di kasur, akhirnya gue nggak nonton punya dia. Gue cuma tahu judulnya, Pertem(p)u(r)an Setan. Dari judulnya aja udah menarik. Ah sayang banget!

Belanda
Pas gue dateng yang lagi nampil tuh prodi Belanda. Nggak begitu ngerti ceritanya, tapi kalau nggak salah cceritanya tentang revolusi bunga, tentang pembabatan hutan, yah mungkin bisa kau kira sendiri ceritanya seperti apa. Tokoh utamanya wanita, nggak tahu dia memerankan sebagai apa. Namun, sepertinya dia adalah sebuah bumi, bisa dilihat dari warna kostumnya (kalau bisa dibilang kosrtum, soalnya ketat abis) yang berwarna perpaduan hijau dan biru.

Jerman
Penampilan selanjutnya adalah dari prodi Jerman. Nah ini nih, karena gue nontonnya dari luar lewat LCD doang, gue nggak begitu ngerti jalan ceritanya. Cuma bisa lihat ekspresi dan penjiwaan pemainnya. Ceritanya nggak tahu tentang apa. Namun, satu per satu pemainnya mati. Ceritanya ada pemuda (yang memerankan cewek, dengan polesan kumis, tapi kelihatan banget kalau dia cewek) yang bertemu  dengan seseorang yang dia panggil-panggil guru. Entah guru apaan, nggak ngerti. Abis itu flashback. Dia bertemu ibunya, bersama 2 orang temannya. Entah kenapa di adegan selanjutnya, temannya yang buta bunuh diri dengan menyilet nadi di tangan kirinya. Kemudian scene selanjtnya di pemakaman di mana si pemain utama dan temannya yang masih hidup berakting sesuatu yang gue nggak ngerti dialognya. Setelah itu, di adegan selanjutnya, si teman pemuda itu juga bunuh diri. Sebelum bunuh diri, teman pemuda itu sempat bercakap-cakap dengan si pemuda yang gue kira berlangsung dengan tegang. Akhirnya si teman pemuda itu pun mati. Akhirnya, kembali lagi ke adegan awal di mana pemuda bertemu dengan guru dan gue ngantuk... Tiba-tiba selesai begitu saja. Komentar gue sih yang pertama tentang lighting-nya kurang bagus, terus suaranya juga agak kurang pol, terus agak datar gitu. Mungkin hal ini akan berbeda kalau gue nontonnya di dalem gedung, huhu... nggak lewat LCD.

Cina
Setelah prodi Jerman, Cina lah yang beraksi. Gue udah lumayan menunggu-nunggu nih penampilan karena gue udah sedikit dapet bocoran ceritanya dari si Tiwi yang biasanya latihan bersisihan dengan anak Cina. Cerita diawali dengan adegan beberapa orang PSK berpakaian superseksi (ini serius, nggak bohonh, mereka betul-betul mengenakannya) yang keluar dari sebuah gubuk bertuliskan "Hati-hati Jebol". Nggak jelas ini yang dimaksud jebol apaan. Lalu keluar pemuda figuran dari dalam gubuk dan memberi tip kepada salah satu PSK sedangkan PSK yang lain hanya sebagai figuran. Selanjutnya, PSK tadi dimintai sedikit tip-nya oleh si Mami yang udah duduk di belakangnya dari tadi memperhatikannya yang mendapat uang dari si laki-laki figuran.
Beberapa lama kemudian, datanglah seorang lelaki setangah baya yang membutuhkan uang dan pertolongan. Setelah berbincang cukup lama dengan si Mami, akhirnya tercapai sebuah keputusan. Mami memberikannya uang 5 juta (sebetulnya melemparkan uangnya ke udara yang kemudian dipunguti oleh si lelaki setengah baya itu) dan si lelaki menikahkan anak perempuannya dengan seorang lelaki kaya, mungkin teman si Mami.
Adegan selanjutnya di rumah lelaki setengah baya itu, di mana sang anak yang ternyata bernama Amoy sudah berdandan lengkap dengan baju pernikahan Cina yang berwarna merah cerah dan perlengkapan upacara adat khas Cina yang lain. Amoy tidak pernah menyetujui perjodohan itu dan hal itu membuat si ayah marah, lalu memukulinya. Beberapa saat kemudian, datanglah si Mami dengan calon suami Amoy dan seorang penghulu ala Cina (nggak tahu namanya apaan). Singkat cerita, menikahlah mereka dengan adat Cina.
Amoy dibawa suaminya ke negeri nun jauh dari negeri asalnya. Dan Amoy pun disiksa, baik secara fisik maupun jiwa. Dia menerima kekerasan berbentuk pukulan dan kekerasan seksual dari suaminya itu saat dia sedang kalap (nggak usah dibayangin seperti apa adegannya, ngeri!).
Amoy pun menulis surat untuk ibunya.
Suatu hari, Amoy tertangkap basah mengambil beberapa helai uang dari kotak uang suaminya dan hal itu membuat suaminya marah seketika. Akhirnya, Amoy pun dipukuli dengan kejam dan brutalnya hingga dia meninggal di tempat. Si suami pun berteriak karena telah membunuh Amoy di tengah kekhilafannya.
Saat Ayah Amoy membaca koran, terdapat berita kematian Amoy. Dia shocked berat. Lantas mengambil pedang entah dari mana dan membunuh dirinya sendiri. Beberapa lama kemudian, datanglah ibu Amoy. Dia membaca surat Amoy. Saat dia mencari suaminya untuk memberitahuakan nasib Amoy dia menemukan secarik koran di lantai. Dia pun menyusul kekagetan sang suami. Keterkejutannya bertambah saat dia menemukan suaminya, satu-satunya orang tercintanya yang tersisa di dunia, mati bunuh diri. Selesai. (lupa bagaimana nasib ibu Amoy).
Komentar gue, ini drama vulgar banget dalam menampilkan kekerasan dan adegan-adegan dewasa. Agak gimana gitu nontonnya, brr... Namun, cerita yang diangkat nggak terlalu berat, sederhana tapi ngena, kalau gue bilang. Penjiwaan dari masing-masing tokoh juga dapet banget, karena alur cerita nggak menuntut penjiwaan yang terlalu dalem. Lighting cukup. Properti mendukung dan nggak ribet. Aura drama juga dapet, meskipun agak condong ke sinetron. Sound effect yang berbau-bau chinnese mungkin agak kurang.

(bersambung)

Saturday, 10 December 2011

"L"

Beberapa hari terakhir ini, gue lagi tertarik-tarik magnet Death Note, khususnya yang Live Action. Ini semua gara-gara gue numpang tidur di kamar adek kelas gue, Isna. Awalnya gue agak ogah-ogahan gitu pas ditawarin nonton. Yeah! Dinding kamar gue juga tahu kalau gue nggak suka film-film horor yang nggak masuk akal. Yup! Awalnya gue emang menyangka bahwa film ini adalah film horor di mana bakal ada adegan pembunuhan dan campur tangan iblis tertentu. Parahnya lagi, gue kira nih film itu film Barat gitu. Eh, ya ampun sampai dikatawaan sama Handy, gara-gara gue baru tahu menahu Death Note ini. Padahal film-nya (Life Action) aja udah tamat dari zaman gue masih kelas 2 SMA. Ahaha. Betul-betul cupu!


Jadi, Death Note ini diangkat dari sebuah manga berjudul Death Note. Death Note menceritakan seorang pemuda jenius bernama Light Yagami (Raito Yagami) yang tanpa sengaja menemukan sebuah buku catatan bersampul hitam di suatu malam. Dia memungutnya dan membawanya pulang. Saat buku itu dibuka, di halaman depan buku itu, terdapat penjelasan dan tata cara penggunaan Death Note. Di penjelasan itu diterangkan bahwa orang yang namanya dituliskan di Death Note, maka ia akan mati. Dan apabila penyebab kematian dari orang tersebut tidak dituliskan dengan jelas, maka orang tersebut akan mati oleh serangan jantung 40 detik setelah namanya ditulis di Death Note. 

Uhh!!! Light awalnya nggak percaya ini, tapi tiba-tiba muncul shinigami bernama Ryuk yang membenarkan penjelasan buku itu. Setelah menyaksikan kematian penjahat yang dia temui setelah ia  menuliskan namanya ke dalam Death Note, barulah Light percaya akan kekuatan buku itu. Mulai saat itulah dia merencanakan rencana besar tentang pembersihan dunia dari orang-orang jahat karena pada dasarnya Light adalah orang yang mencintai kedamaian dan membenci ketidakadilan. Sifat ini terbentuk mungkin atas pengaruh dan didikan keluarganya. Ayah Light adalah seorang Kepala Kepolisian di sana dan beliau selalu menginspirasi Light mengenai kedamaian dunia. Namun, agaknya Light ini mempunyai cara yang lebih brutal dalam menciptakan kedamaian itu dan membinasakan kejahatan. Dengan bermodal kejeniusannya, dia bobol data kepolisian dan me-list nama-nama penjahat ke dalam Death Note. Alhasil, muncul banyak berita dan laporan kematian penjahat besar-besaran di seluruh dunia oleh seseorang tak dikenal, bernama Kira (dari kata Killer) yang tak lain adalah Light sendiri. 

Ulah Light membuat gempar dunia, terutama kepolisian dunia. Mereka dibuat kalang kabut, karena kematian penjahat semakin meningkat tiap harinya. Di tengah kegalauan dunia kepolisian itu, muncullah si L, detektif muda superjenius yang terkenal dan tidak pernah menunjukan identitasnya. Namun, kasus Kira ini telah membuat dia menampakkan wajahnya (yang khas, unik, antik, unyu, lucu, aaaaaa...mirip banget sama manga-nya) kepada beberapa polisi Jepang. Pada setiap proses investigasi L dibantu oleh Watari, pemilik Wamy's House, yayasan yang membesarkan L hingga sesukses dan sekaya ini.

L mendapatkan tantangan yang berat dalam menyelesaikan kasus Kira ini. Dia harus mampu mengalahkan kejeniusan Kira alias Light dan menebak langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh Light. Light sendiri tidak lagi membunuh dengan orientasi menciptakan kedamaian dunia. Namun, dia tak lagi segan-segan untuk membunuh setiap orang yang menghalanginya dan rencananya. Dia tak lagi mempunyai rasa kasihan terhadap orang lain, bahkan dia mengorbankan hisup Shiori teman perempuannya yang mungkin dia sayangi demi ambisinya yang sudah keterlaluan itu. 

Di akhir film Death Note: the Last Name, L berhasil memecahkan kasus dan membuka rahasia dan kedok Kira melalui cara yang brilian, menjebak dan mengelabui Kira di rumahnya. Akhirnya, pertarungan dua orang jenius ini dimenangkan oleh L dan Kira alias Light pun meninggal oleh serangan jantung setelah Ryuk, shinigami, yang selama ini menemaninya beraksi merasa muak dan menuliskan nama Raito Yagami di Death Note. L sendiri hanya memiliki waktu 20 hari sebelum dia mati. Yup! L ternyata menuliskan nama aslinya 3 hari sebelumunya di Death Note: L. Lawliet, meninggal dengan damai karena serangan jantung 23 hari lagi. Hiks, sedih. L melakukannya agar Light tidak mendahuluinya menuliskan nama L di Death Note. Salah satu penjelasan Death Note adalah apabila nama orang tersebut dituliskan di Death Note lebih dari satu kali, maka dia akan mati oleh penyebab pertama, perintah setelah penulisan pertama tidak akan berlaku. Oleh karena itu, L lebih memilih mengorbankan hidupnya dibandingkan mengambil risiko kemungkinan namanya ditulis di Death Note oleh Light sebelum dia memecahkan kasus dan menangkap Light si Kira. 

L mempunyai kebiasaan dan tingkah laku unik bin aneh, dan itulah yang membuat gue suka karena gue adalah orang yang selalu suka hal-hal aneh dan unik. Gue langsung suka dan jatuh cinta dengan tokoh L ini yang suka sekali sama makanan-makanan manis ini. Cara duduknya juga aneh. Dia selalu duduk dengan berjongkok atau duduk sambil menekuk kaki, meskipun dia sedang berada di atas sofa atau kursi. Ini membuatnya seolah-olah tak ingin menjauhkan hidung dengan lututnya. Selain itu, dia juga suka banget gigit jari, sebenernya sekedar menempelkan jempol atau jari telunjuk ke mulutnya sih. Namun, tak jarang dia menggigiti kukunya jika kasus yang dia tangani memanas. L itu selalu bernampilan lusuh, low profile, cuek, aneh, lucu, imut, parah, bertelanjang kaki, dengan rambut belah pinggir di mana alur rambutnya dominan ke kiri dan selalu mengenakan celana jeans biru dan kaos putih lengan panjang yang tampak kedodoran tapi pas buat dia. I really like his style! Kalau boleh gue bilang, baru sekali ini gue nemu tokoh Life Action yang penampakannya mirip banget sama di manga atau animenya, malah lebih baik. Costume player terbaik yang pernah ditonton deh, tokoh L ini. Jatuh cinta dah sama L!


Btw, gue itu suka sama tokoh L atau yang memerankan tokoh L sih? Jawabannya adalah dua-duanyaaaa....
Hehe, makanya paragraf di atas dibikin begitu ambigunya seperti itu. Jadi, L. Lawliet yang keren ini diperankan oleh Matuyama Kenichi (Matsuken) yang ternyata adalah dia juga pemeran tokoh Yuji Kawamoto (kakak senior Aya, pemain Basket) di dorama 1 Liter of Tears. Huwaaa... Shocked! pas baru tahu dia adalah pemeran Kawamoto. Soalnya, dulu gue nggak suka banget sama tokoh Yuji ini. Dia jahat dan tega banget sama Aya. Udah gitu gaya rambutnya yang cepak parah itu juga mendukung ketidaksukaan gue. Emang sih, gue nggak suka cowok dengan rambut gondrong, tapi cowok dengan rambut super cepak juga agak nggak gue suka, hehe. Jadi, dapat disimpulkan entah dari mana, bahwa gue suka banget sama Matsuken waktu dia memerankan tokoh L yang keren ini. Suka banget sama gaya rambutnya, suka banget sama ekspresi wajah mikirnya yang cool, suka banget sama cara dia memegang setiap benda dengan hanya memaksimalkan pada tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah). Namun, gue nggak suka cara dia mengetik di laptop yang hanya menggunakan 1 jari. Jadi aneh gitu, kayak pakai mesin ketik zaman dulu aja dan agak kurang pas aja. Lucu sih, tapi aneh karena nggak pas sama tokohnya dan agak over gitu ngetiknya (ngangkat tangannya tinggi banget sebelum akhirnya menekan tombol-tombol keyboard-nya, hoho).

Walaupun muka L terlihat serem dan misterius gitu (yang entah kenapa masuk kategori karakter favorit gue), tapi kalao L lagi senyum dia maniiiiiiis banget. Di manga-nya, L mungkin terlihat tak seganteng Light (Raito). Namun, di Live Action L. Change the World, dia itu bisa senyum dengan imuuut lhoo... Aaaaaa... 
Ini pas L baru mengantarkan Boy (Near) ke Wamy's House dan mungkin di detik-detik terakhir sebelum kematiaannya dengan damai.

Akhirnya, Death Note pun selesai setelah diluncurkannya Death Note 3.5 di mana L berhasil menyelamatkan dunia dari ancaman penyebaran virus super mematikan dengan penyebaran supercepat (perpaduan virus Influenza dan Ebola) yang akan digunakan oleh geng K (Kimiko Kujo) sebagai senjata biologis untuk menghancurkan populasi manusia. Sebenarnya, tujuan K untuk menyelamatkan dan membuat damai bumi itu betul, hanya saja caranya supersalah dan super tidak berperikemanusiaan dengan membunuh miliyaran penduduk bumi yang tidak bersalah. Bravo, L! And good bye! T,T

Dilihat dari ceritanya, Death Note ini memang keren banget! Apalagi ide ceritany tentang penyelidikan, investigasi dan orang-orang jenius begini. Namun, jika dikaitkan dengan kepercayaan dan agama, agak kurang baik juga. Masa iya, kematian manusia ada di tangan manusia. Oke lah, mungkin ini dikaitkan dengan kepercayaan dan budaya Jepang yang beraneka ragam dan kaya banget. Dewa Kematian atau Shinigami ini dipercaya ada di sana, makanya adanya kemunculan manga-anime-film Death Note yang berkisah tentang buku catatan kematian milik Shinigami ini dapat diterima di negara asalnya dan negara lain. Namun, takutnya, ada orang-orang yang terlanjur percaya atau gimana terus jadi syirik, terus stress kan agak nggak baik juga.

Gue sendiri orang yang sangat suka cerita fantasi hingga terkadang fantasi-fantasi itu memperngaruhi daya imajinasi gue di kehidupan nyata. Dengan adanya Death Note, gue nggak terlalu menangkap banyak pesan moral ya, selain pesan untuk selalu mengingat kematian dan Allah, berhati-hati dalam melakukan segala hal, dan berpikir kritis, realistis, logis dan cerdas biar bisa jenius dan keren seperti Light dan L.

Aduh, si L ini... awawawaw, pengen punya anak yang sejenius dan seimut dia tapi nggak bertingkah laku aneh kayak dia, hihihi.

Friday, 9 December 2011

Catatan Lama

9 Desember 2012

Entah kenapa, saya lebih lancar berbicara tentang manusia dibandingkan berbicara tentang kesehatan masyarakat. Namun, hal ini bukan sebuah penanda bahwa saya tidak menyukai kesehatan masyarakat dan lebih cinta mati pada sosiologi atau antropologi. Hanya saja, terkadang terasa mengasyikan saat mengamati orang, menerka tabiatnya, cara berpikirnya, atau sekedar mengetahui tipe-tipe orang yang nyaman baginya.
Meski demikian, saya tidak pernah mengaku bahwa saya memiliki kemampuan menganalisa manusia seperti di atas dengan tingkat keakuratan hingga lebih dari 50%. Allah lah Yang Maha Mengetahui...

Manusia memang makhluk yang sangat untik, unik dan antik. Siapa yang mampu menebak pikiran mereka?

Thursday, 8 December 2011

Semalam berbincang dengan seorang adik tingkat. Menjadi orang yang lebih tua, terkadang meyenangkan, terkadang juga penuh tantangan. Bagaimana mempertahankan reputasi sebagai ornag yang lebih tua agar tidak jatuh image-nya di depan orang yang lebih muda. Bagaimana kita seolah-olah bertindak sebagai orang dewasa yang mampu membantu menyelesaikan masalah, padahal kita sendiri terkadang juga menangis hingga mengguling-gulingkan kepala di atas meja saat dihadapkan pada masalah yang menggalaukan.

Lewat perbincangan itu, lewat tetesan air mata yang jatuh dengan renyahnya dari sudut matanya itu, lewat tatapan mata sendu dan penuh rasa cemas itu, rasa cemas untuk memperoleh dekapan dan rangkulan hangat orang di dekatnya, rasa ingin dihargai dan disayangi... aku mengerti bahwa setiap manusia memiliki titik yang begitu fluktuatif di dalam hidupnya.

Terkadang... Sekeren apa pun manusia itu, sekokoh baja pun pendirian dan ketahanannya dalam menghadapi setiap tantangan hidupnya, pasti ada saat di mana orang itu memerlukan orang lain untuk dijadikan objek pelarian. Ada saat di mana orang individualis menjadi orang yang begitu humanis. Lalu, aku mulai berpikir bahwa orang individualis bukan merupakan hasil dan konsekuensi atas pilihan yang dia jalani. Terkadang menjadi individualis adalah akibat dari keterbatasan kesempatan untuk mampu berbagi dan berinteraksi dengan orang lain. Mungkin, tak sempat memperoleh kesempatan. Atau mungkin memang dia memilih untuk demikian.

Wednesday, 7 December 2011

Resolusi

Resolusi akhir tahun saya saat ini adalah "Berhenti Menjadi Makhluk Nggak Jelas"!!!

Setelah sekian lama berkecimpung di dunia blog ini, akhirnya saya mencapai titik jenuh dan malu. Hal ini terjadi saat beberapa orang dapat dibilang telah tersesat masuk ke blog ini. Mungkin mereka berniat memperoleh informasi, tetapi setalh masuk dan membaca blog ini, yang mereka dapati adalah tulisan-tulisan super tidak jelas melampaui kemampuan dewa paling tidak jelas (memang ada?).

Oke. Sekian. Semoga tulisan-tulisan ke depannya dapat menjadi lebih jelas dari tulisan-tulisan sebelumnya, lebih bermanfaat dan tidak merugikan orang banyak. Aamiin.

Agustus Ke-80

Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...