Aku takut aku tidak lagi mampu menyusun kata dengan baik.
Aku takut aku tidak lagi mampu mengucapkan kata-kata yang baik.
Aku takut aku tidak lagi mampu menyampaikan apa yang seharusnya mudah untuk disampaikan.
Aku takut aku tidak lagi memiliki keberanian bahkan untuk sekadar menyuarakan rasa ketakutan.
Aku takut aku lenyap tanpa jejak, tanpa sempat menyampaikan salam perpisahan, tanpa ingat kata kunci untuk dapat memasuki pintu yang dijaga makhluk Tuhan paling taat.
Ini tentang melukiskan dunia dalam kata; tentang aku dan jejalanan yang akan atau telah aku lewati; tentang Kawan yang lebih berwarna dibandingkan pelangi; tentang ramainya penjelajah ilmu yang selalu haus memecahkan teka-teki; tentang cinta yang tak kan pernah henti meski listrik mati; dan tentang aku yang masih mencari jati diri. Aku menulis... untuk mempertahankan memoriku hidup lama, jauh lebih lama dari aku menempuhi hidup ini.
Friday, 5 September 2014
Aku Takut
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ironi yang Dinormalisasi
Dalam tahun ini, terhitung belum genap tiga bulan di saat saya menulis ini, sudah ada beberapa kasus tragis yang berhubungan dengan gangguan...
-
Lagu di atas merupakan lagu Amaryllis karya komposer Henri Ghys. Saya memainkannya dengan aplikasi piano pada ponsel saya. Oh iya, mohon...
-
Hidup Rakyat Indonesia!!! Ketika panji-panji makara berkibar mendampingi sang merah putih yang mulai ternoda. Ketika satu komando "Bera...
-
Terlalu sayang untuk dibuang dua helai kertas ini. Takut hilang, sehingga saya menuliskannya kembali... Mungkin ini terlihat bodoh karena m...
No comments:
Post a Comment