Monday, 9 March 2026

Salah dan Bermasalah

Selalu begini setiap habis beramai-ramai. Ada yang tidak bisa diungkapkan, mengganjal, tapi tidak tahu apa, mengapa, dan bagaimana. Setiap ingin bercerita, selalu ada benturan sana-sini yang mengunci mulut dan jari untuk berbagi. Bayang-bayang tanggapan "kamu kurang bersyukur, kamu terlalu memikirkan hal tidak penting, kamu keras hati dan tidak membuat orang lain nyaman, kamu terlalu menuntut, kamu terlalu memaksakan kehendak, kamu terlalu toksik, kamu terlalu banyak bicara" dan keterlaluan-keterlaluan yang lain" berputar-putar di otak.

Mengapa orang lain bisa bercerita, sedangkan aku baru akan membuka mulut saja sudah salah dan dipatahkan? 

Mengapa orang lain boleh meminta tolong, sedangkan aku berusaha melakukan tanggung jawab yang bukan merupakan kebutuhanku pun, mereka buru-buru ingin pergi karena memang mereka terlalu sibuk, bahkan untuk sekadar 5 menit mendengarkan penjelasan 4 hari yang sudah susah payah kuringkas menjadi beberapa kalimat?

Mengapa setiap kata dan tindakan yang kulakukan adalah sebuah kesalahan, tetapi kata mereka bukan  kesalahan, tetapi lagi mereka mempermasalahkannya berulang kali tanpa aku tahu bahwa aku si biang masalah?

Mengapa jika aku muncul, orang-orang diam? Aku juga ingin pergi jauh, jauh, dan jauh dari siapapun agar aku tidak salah mengambil keputusan dan tidak menyakiti siapapun.

Mengapa orang selalu minta maaf, tapi aku tak yakin untuk apa: apakah memang mereka yang salah atau aku yang lagi-lagi keterlaluan seperti menyalahkan mereka?

Mengapa mereka mudah pergi begitu saja? Diawali dengan tiba-tiba datang membuatku senang karena merasa diingat sebagai manusia yang layak masuk ke dalam lingkaran, lalu seketika pergi berpindah ke lingkaran lain yang lebih terang tanpa menolehkan muka sedikitpun, meninggalkanku yang membereskan serpihan kenangan yang tercecer di dalam lingkaran lama. Trauma dan rasa nista mengendap dengan tidak indah. Jika sewaktu-waktu ada hantaman batu atau hujan yang masuk, endapan itu naik dan membuat segalanya kembali keruh dan lemah: pikiran, jiwa, kekuatan, dan kewarasan. 

Sudah setua ini, tapi masih seproblematik ini. Siapa yang salah? Aku lah pastinya.

No comments:

Post a Comment

Salah dan Bermasalah

Selalu begini setiap habis beramai-ramai. Ada yang tidak bisa diungkapkan, mengganjal, tapi tidak tahu apa, mengapa, dan bagaimana. Setiap i...